• Home

2021: Saatnya Menyudahi Eksploitasi Agama Sebagai Komoditas Politik

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
2021: Saatnya Menyudahi Eksploitasi Agama Sebagai Komoditas Politik
2021: Saatnya Menyudahi Eksploitasi Agama Sebagai Komoditas Politik

Penanusa.com – Memasuki tahun 2021 ini, sudah saatnya bangsa Indonesia menyudahi eksploitasi agama sebagai komoditas politik melalui maraknya politik identitas di ruang publik.

Hal itu disampaikan akademisi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, Dr H Amir Mahmud MAg, dalam rilis persnya yang diterima Kantor Berita Antara di Jakarta, Sabtu, 16 Januari 2021.

“Saya melihat memang ada kecenderungan dari beberapa tokoh agama yang menjadikan agama sebagai kendaraan untuk me-legitimate tindakannya, seolah-olah ini adalah perintah agama. Inilah yang harus kita sudahi,” katanya.

Menurut Amir Mahmud, sejumlah tokoh menggunakan dalih agama untuk mendukung kepentingannya sendiri.

Masyarakat, katanya, harus memahami bahwa membela agama bukanlah sesuatu yang berseberangan dengan membela negara. Begitu juga sebaliknya, menegakkan ajaran Nabi Muhammad SAW juga bukan halangan untuk menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesian (NKRI).

Baca juga: Capres 2024: Elektabilitas Prabowo Makin Melejit, Anies-Sandi Malah Turun

Pemahaman bahwa agama tidak bertentangan dengan negara, atau sebaliknya, ini dia sebut sebagai wawasan kebangsaan yang religius.

Oleh karena itu, Amir Mahmud mengajak seluruh tokoh nasional dan agama untuk memberikan suatu pernyataan atau sikap wawasan kebangsaan yang religius sehingga tidak selalu menjadikan perbedaan yang ada sebagai alat untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah.

“Apalagi, hal ini selalu terjadi dalam konteks politik, karena dalam teori politik, pemerintah dan rakyat ini memang selalu ada yang miss. Tinggal tergantung bagaimana membangun komunikasinya,” ungkap Amir Mahmud.

“Justru perbedaan ini harusnya memberikan warna dalam demokrasi kita. Hal ini sudah ada aturan dan tempatnya untuk menyalurkan perbedaan-perbedaan itu. Jadi, tinggal bagaimana masyarakat dan para tokoh ini menyikapi hal tersebut,” tambahnya. (*)

Baca juga: Yusril: Saya Mohon Maaf Salah Memahami Musabab Wafatnya Syekh Ali Jaber

Topik Lainya:

Kabar Terkait:

Kabar Utama:

Kabar Terbaru:

logo 120x120
Rekam Jejak Indonesia

Portal berita online terkini hari ini dari media mainstream terbaik dan terpercaya

Ikuti Kami

©2021 penanusa.com. All rights reserved.

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Privacy Policy | Hubungi Kami