BeritaNasional

4 Prajurit TNI Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter MI 17, Jenazah Dibawa ke Semarang

KENDAL, KOMPASTV – Sebanyak empat prajurit TNI meninggal dalam kecelakaan helikopter MI 17 di Kendal, Jawa Tengah.

Keempat prajurit tersebut yakni Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro dan Lettu Cpn Wisnu. Saat ini jenazah empat prajurit tersebut telah dipindakan ke RS Polri Semarang, Jawa Tengah guna kepentingan autopsi.

Sementara lima prajurit yang mengalami luka-luka dievakuasi ke Rumah Sakit Karyadi Semarang. Meraka yakni Lettu Cpn Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, Praka Andi.

Para prajurit ini mengalami luka bakar serius dan patah tulang. Sebelumnya seluruh korban kecelakaan helikopter MI 17 ini dilarikan warga ke RS Soewondo Kendal.

Heli buatan Rusia tersebut mengangkut sembilan prajurit TNI yang sedang menjalankan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD di Semarang, Jawa Tengah.

Misi latihan yang berujung kecelakaan ini merupakan misi endurance kedua dengan materi terbang Tactical Manuver. Latihan dimulai sekitar jam 12.35 WIB. Namun sekitar pukul 13.40 WIB, Helikopter MI 17 jatuh . 

Warga yang berada di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, tempat lokasi jatuhnya Helikopter MI 17 sempat mendengar ledakan sebelum heli dengan nomor registrasi HA 5141 itu itu terbakar. Api di badan heli berhasil dipadamkan petugas kebakaran sekitar pukul 14.30 WIB.

Laporan KompasTV di lokasi, sebelum meledak ada tiga orang yang keluar saat heli masih berasap dan langsung diselamatkan warga.

Bangkai helikopter MI 17 masih berada di lokasi kecelakaan. Petugas polisi dan TNI telah membuat garis polisi. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Nefra Firdaus menjelaskan sebelum melakukan misi latihan, helikopter MI 17 dalam keadaan baik dan layak terbang. 

Para crew telah melakukan Pre-flight Check dan tidak menemukan hal-hal yang menonjol. Tak hanya itu misi latihan terbang endurance pertama juga berjalan dengan aman.

“Penyebab jatuhnya helikopter MI 17 TNI AD masih dalam proses investigasi,” ujar Nefra melalui pesan singkat, Sabtu (6/6/2020).

Pos Terkait

Back to top button