Nasional

As’ad Said Ali: Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Terhadap KAMI

Penanusa.com – Kemunculan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menimbulkan banyak respons, ada yang mendukung, ada pula yang menentang.

Bagi mereka yang mendukung, kehadiran KAMI dinilai sebagai solusi terhadap persoalan salah urus negara oleh rezim. Sementara bagi mereka yang menentang, KAMI yang terdiri dari berbagai tokoh dipandang sebagai pengkritik biasa, bahkan ada yang menyebutnya “barisan orang-orang sakit hati”.

Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015, As’ad Said Ali, pun ikut menyumbangkan komentarnya atas kemunculan KAMI. Ia menilai Pemerintah tidak perlu khawatir terhadap KAMI, karena kritik KAMI sebenarnya bisa menjadi input bagi Pemerintah.

Komentar itu diunggah mantan Wakil Kepala BIN tersebut di akun Facebook pribadinya, Kamis malam, 20 Agustus 2020. Berikut isi lengkap komentar As’ad Said Ali terhadap kemunculan KAMI:

Munculnya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia pada mulanya saya berharap menjadi suatu diskursus yg hangat & konstruktip bagi koreksi sistem pembangunan berbagai bidang sejak reformasi 1998.Mungkin harapan itu tidak terjadi, minimal untuk saat ini.

Substansi 8 butir pernyataan KAMI berisi narasi kritik mendasar terhadap penyelenggaraan negara mulai kondisi ekonomi, hukum, politik, covid 19 ekonomi dllsnya. Karena masih suasana hari proklamasi dan tahun baru hijrah, pemerintah belum meresponsnya.

Saya senang ketika seorang angg DPR dari PDI -P dan Gerindra merespons dg amat bijak, intinya kritik KAMI itu bisa menjadi input bagi pemerintah. Tetapi setelah membaca medsos dan siaran tivi , beberapa tanggapan dari para eksponen pendukung rezim, dan jawabannya, persoalannya menjadi lain. Debat kusir, ungkap soal pribadi, emosional , prvokatip dr kedua belah pihak , sy khawatir polarisasi masyarakat terbentuk kembali, dalam situasi ekonomi yg rentan.

Pemerintah tidak perlu khawatir terhadap KAMI, kabinet belum genap setahun bekerja, masih banyak waktu melakukan perbaikan. Ada situasi kedaruratan kesehatan dan perang dagang dunia sebagai variable utama. Toh beberapa saran KAMI bisa diakomodasikan. Saya yakin KAMI yang terdiri tokoh tokoh kredibel akan bisa memahami kalau yang menjadi concern mrk direspons secara proporsional.

Harapan rakyat, situasi cepat menjadi normal dan polarisasi masyarakat tidak melebar. Banyak pihak yg yakin, RI satu dan dibantu RI 2, dapat merespons masukan KAMI secara cepat dan bijak.

Pos Terkait

Back to top button