BeritaHeadlineNasional

Benar kah? Golongan Darah O Lebih Kebal Terjangkit Covid-19

Penanusa.com – Penyebaran Covid-19 masih belum tertahan secara optimal. Tak hanya di Indonesia, bahkan secara global angka positif yang terjangkit virus masih menanjak.

Kendati demikian, para ilmuan kesehatan beruapaya mencari solusi dan berhasil mengembangkan sejumlah vaksin covid-19.

Di Indonesia juga telah mengimpor sejumlah vaksin untuk mengoptimalkan usaha pencegahan penyebaran.

Para ilmuwan dunia pun masih terus melakukan penelitian terhadap virus yang satu ini.

Baca juga: Update COVID-19: Kesembuhan Harian Capai Angka Tertinggi 7.582 Orang dan Lebih Banyak dari Kasus Positif

Salah satunya mengenai golongan darah para pasien covid-19. Hasilnya, golongan darah tertentu ternyata cenderung lebih kebal terhadap covid-19.

Berikut penjelasaan para ahli.

Dilansir dari CTV News, para peneliti dari Institute for Clinical Evaluative Sciences di Toronto telah mempelajari 225.556 orang yang menguji golongan darah mereka dari Januari 2007 hingga Desember 2019 yang kemudian menjalani tes lab COVID-19.

Tujuannya untuk menentukan apakah golongan darah ABO dan Rh dapat dikaitkan dengan risiko tertular infeksi SARS-CoV-2 dan mengembangkan penyakit COVID-19 yang parah.

Hasil penelitian itu menunjukkan lebih dari 200.000 tes yang diperiksa, 1.328 di antaranya didiagnosis menderita penyakit COVID-19 parah atau kematian dengan probabilitas lebih tinggi di antara golongan darah AB dan B, serta mereka yang Rh-positif.

Penelitian tersebut juga menemukan fakta golongan darah O dan Rh-negatif memiliki risiko lebih rendah untuk terinfeksi virus corona.

Risiko terkena komplikasi penyakit atau kematian yang disebabkan Covid-19 yang parah juga lebih kecil.

Baca juga: Mahfud Md Terkenang Seplastik Kacang Hijau Pemberian Habib Ja’far Al Kaff: Disuruh Tabur Keliling Rumah dan Kantor

Para peneliti berasumsi bila mereka telah mengidentifikasi penyakit parah yang terkait dengan Covid-19 melalui penelitian golongan darah ini.

“Hasil gabungan kami tidak termasuk tromboemboli vena, yang merupakan komplikasi COVID-19. Juga menarik bahwa fenotipe golongan darah dan genotipe dikaitkan dengan penurunan risiko tromboemboli vena, mungkin karena anggota kelompok O memiliki kadar plasma yang lebih rendah,” bunyi keterangan penelitian tersebut seperti dikutip dari CTV News, (1/1).

Sementara di Denmark, golongan darah O dikaitkan dengan penurunan risiko pengembangan virus corona dibandingkan dengan populasi referensi.

Melansir MedPageToday, penelitian yang dilaporkan Torben Barington, MD, dari Rumah Sakit Universitas Odense, menunjukkan golongan darah berperan dalam infeksi, mencatat risiko orang bergolongan darah O yang lebih rendah di antara pasien Covid-19.

Para peneliti juga mengamati bagaimana golongan darah “semakin diakui mempengaruhi kerentanan terhadap virus tertentu,” di antaranya SARS-CoV-1 dan norovirus.

Baca juga: Perjalanan Nabi (17), Masa Awal di Madinah, Tahun-tahun di Madinah

Dijelaskan pula bila individu dengan golongan darah A, B, dan AB mungkin berada pada “peningkatan risiko trombosis dan kardiovaskular” yang merupakan komorbiditas penting di antara pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19. (*)

Pos Terkait

Back to top button