Politik

Fenomena Global Arah Politik ke “Kanan” Apakah Berpengaruh di Indonesia?

Penanusa.com – Arah politik yang cenderung ke “kanan” merupakan fenomena global yang saat ini sedang terjadi.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertema “Inspirasi Nilai Agama dalam Politik” yang digelar Opapaci.news di Jalan Wilis, Guntur, Setia Budi, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2019.

Diskusi ini menghadirkan Zuhairi Misrawi (Direktur Moderate Muslim Society) dan Abdul Mu’ti (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah), serta dimoderatori oleh Dadi Krismatono (Managing Director Opapaci Strategic).

Yang dimaksud “kanan” itu adalah gerakan politik yang mengusung identitas tertentu seperti agama, warna kulit, maupun paham politik tertentu dalam suatu negara.

Menurut Zuhairi Misrawi, munculnya gerakan politik ke “kanan” itu basisnya adalah adanya semacam perasaan diperlakukan tidak adil. Sehingga muncullah gerakan-gerakan politik semacam Islam ekstrimis atau bahkan politik kulit putih ekstrim.

“Oleh karena itu harus ada narasi alternatif untuk membangun suatu jalan kebersamaan. Maka kami selalu, NU dan Muhammadiyah, percaya bahwa Pancasila itu adalah jalan pemecah kebuntuan,” kata Zuhairi Misrawi memberi solusi agar politik ke “kanan” tidak berkembang di Indonesia.

Sementara itu, walau mengakui adanya kecenderungan global arah politik ke “kanan, Abdul Mu’ti percaya kekuatan moderat tetap akan selalu memimpin dunia, begitu pula di Indonesia.

“Indonesia terlalu kuat untuk ditumbangkan oleh kelompok ekstrim,” ungkap Abdul Mu’ti mengutip kata-kata Azyumardi Azra.

Abdul Mu’ti berpendapat, kelompok-kelompok moderat harus tetap dipelihara dan diperkuat agar kelompok ekstrim tidak dapat berbuat banyak.

“Kelompok-kelompok inklusif kita perkuat, relasi-relasi yang bersifat interaksi terbuka itu diperkuat oleh afirmasi kebijakan negara, saya kira itu akan menjadi salah satu cara untuk membangun moderatisme,” imbuhnya. []

Pos Terkait

Back to top button