banner-side-160x600.jpg
banner-side-160x600.jpg
banner-970x250.jpg
Berita  

Fungsi Alat Pengukur Suhu Apakah Dapat Menjaring Orang-Orang Yang Terindikasi Covid-19

Fungsi Alat Pengukur Suhu Apakah Dapat Menjaring Orang-Orang Yang Terindikasi Covid-19

Penanusa.com – Alat pengukur suhu sudah menjadi benda yang sangat penting dalam masa pandemi ini. Setiap gedung, supermarket, bahkan perayaan pernikahan pun harus selalu dilakukan pengecekan suhu tubuh. 

Namun, studi terkini menunjukkan bahwa pasien positif Covid-19 tidak selalu memiliki gejala demam.

Sebuah riset dilakukan oleh para peneliti dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York, Amerika Serikat, bersama tim dari Naval Medical Research Center. Hasilnya telah terbit di New England Journal of Medicine pada Rabu (11/11).

Penelitian dilakukan kepada para calon personel angkatan laut yang sedang menjalani pelatihan militer dan melakukan tes kesehatan. Beberapa calon marinir itu ternyata menularkan Covid-19 ketika melalui prosedur karantina yang sangat ketat.

Sebanyak 1.848 peserta yang terlibat (90 persen di antaranya laki-laki), melakoni isolasi mandiri terlebih dahulu di rumah masing-masing selama dua pekan. Kemudian, mereka melakukan karantina lanjutan selama dua pekan berikutnya.

Karantina militer yang diawasi dengan ketat itu berlangsung di kampus tertutup di The Citadel, Charleston, South Carolina. Tiap peserta tidur dalam kamar masing-masing, mengenakan masker wajah, dan selalu menjaga jarak aman sejauh dua meter.

Hampir semua pelatihan berlangsung di luar ruang. Secara berkala, mereka melakukan pengecekan demam dan gejala lain. Masing-masing dites corona tiga kali, ketika tiba di lokasi karantina militer lalu tujuh dan 14 hari sesudahnya.

Sebanyak 16 orang didiagnosis positif corona ketika tiba di lokasi dan hanya satu orang yang memiliki gejala demam. Sebanyak 35 orang positif Covid-19 pada pengujian dua pekan setelah kedatangan dan hanya empat yang menunjukkan gejala.

Hanya peserta yang selalu dinyatakan negatif pada akhir karantina yang boleh pergi ke Pulau Parris untuk program latihan dasar. Uji genetik mengungkap, ada enam klaster kasus di antara semua peserta calon marinir tersebut.

Pemimpin studi lainnya, Stuart Sealfon dari Mount Sinai, mengatakan, tindakan karantina di lokasi pelatihan jauh lebih ketat daripada tempat lain. Itu sebabnya dia sangat mewanti-wanti kewaspadaan terhadap Covid-19 yang sangat menular.

Baca juga : Selama Pandemi, 282 Dokter dan Perawat Meninggal Akibat Covid-19