Olahraga

Gelandang Timnas Indonesia Harap Perubahan Skema Gaji Pemain

Jakarta, CNN Indonesia — Gelandang Timnas Indonesia, Bayu Pradana, berharap persoalan gaji antara pemain Liga 1 dan Liga 2 dengan klub pada masa pandemi covid-19 bisa berakhir tanpa merugikan kedua pihak.

Bayu mengatakan sampai saat ini belum ada pembicaraan lagi mengenai gaji bersama klubnya, Barito Putera. Pembicaraan terakhir terjadi ketika PSSI mengeluarkan Surat Keputusan (SK) soal gaji 25 persen yang diterima pemain mulai April sampai Juni.

“Sekarang belum ada pembicaraan lagi. Mungkin harus dicari win-win solution-nya, supaya sama-sama tidak merugikan salah satu pihak,” kata Bayu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/6).

Bayu mengungkapkan pemain ingin mendapatkan gaji penuh seperti biasa, namun di sisi lain paham klub sedang dilanda masalah kesulitan finansial.

“Pemain juga harus paham kondisinya, biar sama-sama jalan dan tidak ada yang dirugikan. Dibuat penyesuaian atau bagaimana nanti,” ucapnya.

Liga 1 2020 baru berngsung tiga pekan. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Setelah Liga 1 dihentikan pada Maret lalu, muncul wacana memulai kembali kompetisi pada September mendatang sehingga sempat muncul pembicaraan mengubah SK gaji pemain tak lagi hanya 25 persen ketika klub sudah mulai berlatih.

Mengaku senang dengan rencana penyelenggaraan liga, Bayu juga merasa khawatir dan waswas terpapar virus corona jika kompetisi kembali bergulir.

“Mau tidak mau harus tetap dijalani, yang penting selalu jaga kesehatan. Ada tim dokter yang lebih memperhatikan kesehatan pemain. Dengan pandemi ini mungkin kita juga harus lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri sendiri,” sebut Bayu.

Pemain asal Salatiga itu mendukung rencana kompetisi tanpa penonton yang kemungkinan bakal ditetapkan PSSI. Keputusan itu bisa mencegah terjadinya lonjakan paparan baru covid-19 di Indonesia.

“Tanpa penonton itu keputusan yang tepat. Sebab tanpa penonton bisa mengurangi risiko pemain atau penonton itu sendiri,” ujarnya.

Pos Terkait

Back to top button