BeritaNasional

Harga Bahan Baku Kedelai Meroket, Tempe dan Tahu Kini Langka Ditemukan

Penanusa.com – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta melakukan aksi mogok produksi.

Itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kenaikan haraga bahan baku kedelai yang meroket. Dari Rp7.200 menjadi Rp9.200 per kilogram (kg).

Menurut Sekretaris Puskopti DKI Jakarta, Handoko Mulyo, keputusan untuk menghentikan sementara proses produksi tersebut telah disepakati jajaran pengurus Puskopti pada Kamis (31/12).

Handoko mengatakan, penjualan akan mulai dilakukan kembali pada 3 Januari.

Baca juga: Blended Learning di DKI Jadi Solusi Sementara, Sekolah Tatap Muka Masih Dilarang

“Malam Sabtu sampai malam Minggu, tanggal 2 Januari 2021 semua tidak berjualan. Malam Senin tanggal 3 Januari 2021 sudah ada penjualan di pasar,” ujarnya dilansir dari merdeka.com dikutip dari Antara.

Handoko mengatakan aksi mogok produksi itu telah disampaikan kepada sekitar 5.000 produsen maupun pedagang tahu dan tempe di DKI Jakarta melalui surat nomor 01/Puskopti/DKI/XII/2020 yang dikeluarkan Puskopti DKI Jakarta pada 28 Desember 2020.

Seruan mogok kerja itu juga disampaikan Handoko kepada jajaran pengurus di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Namun Puskopti mengimbau kepada seluruh anggota untuk menaikkan harga jual tahu dan tempe minimal 20 persen dari harga awal untuk mengantisipasi kerugian.

Baca juga: Guru PPPK Ternyata Masih Bisa Melamar jadi PNS, Ini Penjelasan KemenPAN-RB

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan jajaran pengurus di Jawa Barat agar kenaikan harga dilakukan secara kompak,” katanya.

Selama aksi mogok kerja berlangsung, kata dia, seluruh anggota dilarang untuk berbuat anarkis atau melanggar aturan hukum. (*)

Pos Terkait

Back to top button