Ini Beberapa Hal Penting yang Perlu Diketahui Terkait PPKM Mikro

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Ini Beberapa Hal Penting yang Perlu Diketahui Terkait PPKM Mikro
Ini Beberapa Hal Penting yang Perlu Diketahui Terkait PPKM Mikro

Penanusa.com – Pemerintah menerapkan pendekatan baru penanganan COVID-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tingkat RT/RW.

Pedekatan baru ini dibarengi dengan penerapan PPKM tingkat kabupaten/kota di tujuh provinsi di Pulau Jawa-Bali berlaku pada 9-22 Februari 2021.

Berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui terkait PPKM Mikro:

Baca juga: Pola Baru Penanganan COVID-19, Presiden Instruksikan PPKM Berbasis Mikro

Wilayah Penerapan PPKM Mikro

1. DKI Jakarta

2. Jawa Barat
– Kabupaten Bogor
– Kabupaten Bekasi
– Kota Cimahi
– Kota Bogor
– Kota Depok
– Kota Bekasi
– Wilayah Bandung Raya

3. Banten
– Kabupaten Tangerang
– Kota Tangerang
– Kota Tangerang Selatan

4. Jawa Tengah
– Semarang Raya
– Banyumas Raya
– Kota Surakarta dan sekitarnya

5. Daerah Istimewa Yogyakarta
– Kota Yogyakarta
– Kabupaten Bantul
– Kabupaten Gunung Kidul
– Kabupaten Sleman
– Kabupaten Kulon Progo

6. Jawa Timur
– Surabaya Raya
– Madiun Raya
– Malang Raya

7. Bali
– Kabupaten Badung
– Kabupaten Gianyar
– Kabupaten Klungkung
– Kabupaten Tabanan
– Kota Denpasar dan sekitarnya

Indikator Penerapan PPKM Mikro

1. Zona Hijau
– Kriteria: Tidak ada kasus COVID-19 di satu RT.
– Skenario Pengendalian: Surveilans aktif, seluruh aspek dites dan pemantauan khusus tetap dilakukan secara rutin dan berkala.

2. Zona Kuning
– Kriteria: Terdapat 1-5 rumah dengan kasus terkonfirmasi positif dalam 1 RT selama 7 hari terakhir.
– Skenario Pengendalian: Menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan kuat.

3. Zona Oranye
– Kriteria: Jika terdapat 6-10 rumah dengan kasus terkonfirmasi positif dalam 1 RT selama 7 hari terakhir.
– Skenario Pengendalian: Menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat dengan pengawasan ketat serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

4. Zona Merah
Kriteria: Jika terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus terkonfirmasi positif dalam 1 RT selama 7 hari terakhir.
Skenario Pengendalian:
a. Menemukan suspek dan pelacakan kontak erat;
b. Melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat;
c. Menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.
d. Melarang kerumunan lebih dari tiga orang.
e. Membatasi keluar-masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00;
f. Meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.

 

Jenis pembatasan

– Pembatasan Tempat Kerja
Skema 50 persen work from home (WFH) dan 50 persen work from office (dengan memberikan protokol kesehatan lebih ketat).

– Kegiatan Belajar-Mengajar
Dilakukan secara Daring.

– Sektor Esensial-Kebutuhan Pokok
Tetap beroperasi dengan protokol kesehatan lebih ketat.

– Pembatasan Tempat Makan/Minum
Skema 50 persen dan layanan pesan-antar sesuai dengan jam operasional.

– Pembatasan Pusat Perbelanjaan
Sampai pukul 21.00 dengan memberikan protokol kesehatan secara lebih ketat.

– Kegiatan Konstruksi
Beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

– Tempat Ibadah
Pembatasan kapasitas 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

– Kegiatan Fasilitas Umum dan Kegiatan Sosial
Yang menimbulkan kerumunan diberhentikan semantara.

– Transportasi Umum
Pengaturan kapasitas dan jam operasional.

Pendekatan 5S 1T PPKM Mikro

Strategi
> Mengedepankan upaya preventif dan promotif di tingkat desa/kelurahan
> Pembatasan kegiatan masyarakat di tingkat RT/RW

Struktur
Struktur organisasi Satgas Pusat-Daerah-Desa/Kelurahan melibatkan unsur Pemerintah Daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat

Sistem
Optimalisasi sistem kepemerintahan, kesehatan, sosial, dan ekonomi dari pusat sampai daerah

Skill
> Kepemimpinan kolaboratif lintas sektor, lembaga, dan pusat-daerah
> Komunikasi efektif
> Manajemen mobilisasi sumber daya

Speed
> Tanggap
> Sinergi birokrasi antar sektor horizontal dan vertikal
> Sistem data terintegrasi dan real time serta kelengkapan administrasi
> Kecepatan penyaluran dana dan logistik

Target
> Penurunan kasus terukur dan konsisten di tingkat wilayah dan nasional
> Target Kasus COVID-19 menjadi 0

Diolah dari berbagai sumber. (*)

Baca juga: PPKM Level Kampung, Presiden Jokowi: Saya Ingin Ada Penyempurnaan

Topik Lainya:

Kabar Terkait:

Kabar Utama:

Kabar Terbaru:

logo 120x120
Rekam Jejak Indonesia

Portal berita online terkini hari ini dari media mainstream terbaik dan terpercaya

Ikuti Kami

©2021 penanusa.com. All rights reserved.

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Privacy Policy | Hubungi Kami