fbpx

Baharkam Hebat! – Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri bersama Pasukan Polis Marin dan Pasukan Gerak Udara PDRM (Malaysia) menggelar Maritime Border Patrol Coordinating Group (MBPCG) Keempat, bertempat di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu-Rabu, 28-31 Oktober 2018.

Kegiatan itu dibuka oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum, pada Senin, 29 Oktober 2018, dan dihadiri oleh Timbalan Pengarah (Gerakan) Jabatan Keselamatan Dalam Negeri dan Ketentraman Awam PDRM, Commisioner Police Dato’ Zainal Abidin Bin Kasim.

Turut hadir Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono SH, MH, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Drs M Chairul Noor Alamsyah SH, MH, dan Komander Pasukan Polis Marin Senior Assistant Commisioner Mohd Yusoff Bin Mamat.

Dalam sambutannya, Kabaharkam Polri berpesan kepada perwakilan kepolisian kedua negara untuk memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap kepada seluruh delegasi kepolisian dua negara untuk sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini,” kata Komjen Pol Moechgiyarto.

Kabaharkam Polri melanjutkan, kesungguh-sungguhan itu dapat diwujudkan dengan berperan aktif:

1. Memberikan kontribusi positif guna tercapainya hasil pertemuan yang maksimal.

2. Memanfaatkan waktu dengan baik selama kegiatan dilaksanakan.

3. Menjalin hubungan erat untuk saling mengenal antara satu dengan yang lainnya sehingga akan memperlancar kelanjutan hubungan kerja sama ke depan.

4. Mendiskusikan materi sesuai bidang tugas guna tercapainya kemajuan bersama di masa mendatang.

Spektrum ancaman kejahatan dan tuntutan tugas kepolisian yang telah dirumuskan dalam kegiatan MBPCG ketiga di Penang, Malaysia, pada 2017 lalu, menurut Kabaharkam Polri, membuat kedua pihak memandang perlu dilibatkannya peran polisi udara dalam mengamankan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Oleh karena itu, dalam MBPCG keempat kali ini dihadiri Pasukan Gerak Udara Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dan Polisi Udara Korpolairud Baharkam Polri.

“Kita berharap agar agenda kegiatan Polri dan PDRM di wilayah perairan dan udara terkoordinasi dengan baik yang dapat dijadikan pedoman dan dilaksanakan secara optimal, sehingga dapat mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban yang mantap di wilayah perbatasan kedua negara,” ungkap Kabaharkam Polri.

Selain itu, kepada seluruh delegasi, khususnya jajaran Polairud Polda di wilayah perbatasan, Kabaharkam Polri menekankan agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Tingkatkan terus implementasi terhadap agenda yang telah disepakati bersama.

2. Tingkatkan koordinasi dan jalin komunikasi yang lebih intensif dengan Pasukan Polis Marin (PPM) terkait.

3. Setiap permasalahan yang terjadi segera diatasi sesuai aturan hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, Kabaharkam Polri mengimbau kiranya kedua kepolisian negara dapat lebih meningkatkan profesionalismenya melalui persamaan persepsi pada saat pelatihan bersama sehingga berbagai permasalahan keamanan yang memerlukan kerja sama bilateral tetap dapat terlaksana dengan baik, khususnya dalam kegiatan mencegah dan menegakkan hukum terhadap kejahatan transnasional yang terjadi di perbatasan.

[AKP Bambang AS]

Related Posts