Ekonomi

Jatuh Bangun Bisnis Ayam Saat Pandemi, “Harus Tetap Survive”

Penanusa.com – Pandemi COVID-19 atau virus corona baru menjangkiti berbagai daerah di Indonesia dan berdampak langsung terhadap melemahnya sendi-sendi ekonomi di sektor riil, tidak terkecuali di bisnis perunggasan.

Mulai diterapkanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) selama pandemi di beberapa wilayah, seperti di DKI Jakarta dan sekitarnya, semakin mempersempit ruang gerak para pelaku usaha supplier ayam dalam menjalankan bisnisnya.

Kondisi kandang ayam pejantan Angga Putra Mandiri, kredit foto: APM

Samsul Bahri, pemilik bisnis supplier ayam dengan nama Angga Putra Mandiri (APM) di Rawamangun, Jakarta Timur, adalah salah satu contoh pebisnis sektor perunggasan yang mengalami dampak langsung COVID-19. Ia mengeluhkan permintaan ayam langsung anjlok saat pandemi datang, karena banyak restoran dan catering tutup.

“Resto dan catering banyak tutup, pelanggan tidak boleh makan di tempat dan mengadakan acara yang mengundang banyak orang,” keluhnya.

Saat penanusa.com menanyakan apakah APM melakukan pengurangan karyawan, “Nggak sih, sejauh ini kami masih bisa mempertahankan,” jawabnya.

“Berjalannya waktu, kami harus memutar otak agar bisa menutupi omset yang turun sampai 50 persen, dan tidak merumahkan karyawan.”

“Sekarang ini sampai kami melayani pesan antar ke rumah dengan gratis ongkir dan juga pemesanan online lewat situs daring kami di www.agenayampejantan.com. Dan sejauh ini, alhamdulillah, membantu,” ujar pebisnis muda satu ini.

“Untuk semua stakeholder harus tetap survive dan berjuang dengan melakukan berbagai cara, misal menciptakan strategi penjualan baru, agar sistem penjualan tetap stabil,” imbuh Samsul mengakhiri wawancara.

Foto: APM – Samsul Bahri, Pebisnis muda penyuplai ayam pejantan di Jakarta

 

Baca Juga: Saat Pandemi UMKM Jadi Penyangga Ekonomi Nasional

 

Pos Terkait

Back to top button