Olahraga

Jorge Lorenzo Berurusan dengan Polisi, Terkait Kasus Pencucian Uang

Penanusa.com – Awal Desember 2020 menjadi bulan kurang bersahabat bagi pebalap MotoGP Jorge Lorenzo.

Di bulan ini sang juara dunia 3 kali harus berhadapan dengan hukum. Jorge diduga terlibat kasus pencucian uang dan harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Selain itu, di awal bulan ini Jorge pun harus gigit jari, karena tidak diperpanjang kontraknya sebagai tes rider tim Yamaha.

Nama Jorge Lorenzo masuk ke dalam laporan investigasi Pengadilan Nasional Spanyol.

Baca juga: Daftar OTT Besar KPK Tahun 2020, Mulai dari Bupati Sampai Tingkat Menteri

Pria berusia 33 tahun tersebut diduga melakukan pengalihan asetnya ke luar negeri.

Jorge lorenzo diduga memindahkan kekayaan miliknya senilai 865.966 euro (sekitar Rp 14,7 miliar) ke negara lain.

Ada tiga negara yang menjadi lokasi aktivitas yang diduga pencucian uang tersebut yaitu Andorra, Monako, dan Swiss.

Pada laporan bernama ‘Red Charisma’ tersebut, dijelaskan bahwa ada beberapa tokoh yang melakukan pengalihan sejumlah besar uang ke luar negeri.

Ini dilakukan demi menghindari kewajiban membayar pajak.

Tidak hanya nama Jorge Lorenzo saja yang diseret dalam ‘Red Charisma’. Sebanyak 500 orang juga termasuk ke dalam penyelidikan.

Mereka semua meliputi pengusaha, politisi, bahkan bandar narkoba.

Baca juga: Ternyata Menangis Memberikan Banyak Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh

Sedangkan untuk Jorge Lorenzo sendiri, ini bukan pertama kalinya pebalap asal Spanyol tersebut tersandung kasus penggelapan pajak.

Sejak 2015 para penyelidik sudah melakukan penyelidikan terhadap Jorge Lorenzo.

Penyidikan yang dilakukan administrasi perpajakan menunjukan bahwa ‘Por Fuera’ dalam kurun waktu 6 tahun (2013-2016) tidak pernah membayar pajak sebesar 40 juta Euro (setara dengan Rp 682 miliar).

Ia bahkan pernah digerebek oleh petugas pemeriksa pajak di Spanyol setelah mengakhiri balapan di GP Catalunya pada tahun 2019 lalu. (*)

Pos Terkait

Back to top button