Nasional

Kabaharkam Polri Bahas Intelegent Security System dengan Perusahaan IT Asal Rusia

Baharkam Hebat! – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum, mewakili Kapolri menerima audiensi delegasi Kedutaan Besar Federasi Rusia, bertempat di Ruang Perjamuan Kabaharkam Polri Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

Dalam kesempatan ini, Kabaharkam Polri didampingi oleh Karobinopsnal Baharkamm Polri Brigjen Pol Drs Eddy S Tambunan M.Si, Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Drs Ahmad Lumumba, dan Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Drs Edi Setio MSi.

Sementara delegasi Rusia dipimpin oleh Mr R. M. Zharkov (Director Jenderal PT Intelligent Security Systems/ISS), didampingi oleh Mr S Yu Rossomakhov (Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia), dan enam orang pendamping lainnya.

Audiensi tersebut membahas tentang sharing informasi terkait intelektual security menuju sistem keamanan kota terintegrasi.

Pihak Intelegent Security System (ISS), perusahaan Rusia yang bergerak di bidang teknologi informasi, menawarkan solusi canggih di era digital untuk keamanan, seperti Safe City dengan Smart City.

ISS menawarkan perekamanan pengawasan keamanan dan sistem kontrol merekam video digital dan transmisi data digital untuk keamanan pengawasan perkotaan, transportasi, infrastruktur penting lainnya, sering digunakan oleh pemerintah di Rusia dan negara lainnya untuk penegakan hukum, untuk perdagangan, serta perbankan dan keuangan.

Kabaharkam Polri mengapresiasi apa yang disampaikan pihak ISS dan menilai hal tersebut sangat bagus bila diterapkan untuk memonitor segala aktivitas di Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Indonesia.

“Sistem keamanan terintegrasi dengan memanfaatkan IT sangat diperlukan dan lebih tepat akan coba didorong ke Pemda dan ditindaklanjuti oleh Pemda untuk menciptakan Smart City,” ungkap Komjen Pol Moechgiyarto.

Terkait hal itu, jelas Komjen Pol Moechgiyarto, Korlantas Polri sebagai fungsi yang dikedapankan dan lebih tepat untuk bisa memanfaatkan alat tersebut atau memberikan masukan kepada Dinas Perhubungan atau Pemda DKI untuk bersama-sama membangun Jakarta Smart City dengan menggunakan sarana digital security untuk memantau pelanggaran lalin dan/atau bentuk-bentuk keamanan lainnya.

[AKP Bambang AS]

Pos Terkait

Back to top button