Polmas

Kabaharkam Polri Harap Pandemi Jadi Titik Balik Indonesia Menuju Negara Agraris Sejati

Penanusa.com – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, hadiri acara Penandatanganan MoU antara Polri dan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis, 24 September 2020.

MoU tersebut ditandatangani terkait kerja sama pendampingan program FKDB on Farm dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita sangat menyambut baik apa yang menjadi program daripada Forum Komunikasi Doa Bangsa di dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Karena profesi petani adalah profesi yang sangat mulia, karena dapat memberikan manfaat bagi orang banyak,” kata Komjen Pol Agus Andrianto dalam sambutannya.

Jenderal Polisi Bintang Tiga yang juga memegang amanat sebagai Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 itu menjelaskan, memang salah satu fokus Polri saat ini adalah mengawal program ketahanan pangan nasional yang telah dicanangkan secara bersama-sama oleh Panglima TNI dan Kapolri beberapa waktu lalu di Mauk Tangerang.

Menurut Komjen Pol Agus Andrianto, gerakan ketahanan pangan harus terus ditingkatkan sebagai antisipasi ancaman kelangkaan pangan dunia akibat pandemi COVID-19. Terutama untuk Indonesia yang masih memiliki lahan yang cukup luas namun belum terkelola dengan baik.

Banyaknya lahan “nganggur” di Indonesia, ungkapnya, disebabkan oleh banyaknya petani yang meninggalkan profesi mulianya untuk kerja di pabrik. Adapun faktor penyebab alih profesi itu antara lain karena bibit yang mahal, maraknya pupuk palsu, dan harga jual hasil panen yang rendah.

Komjen Pol Agus Andrianto menilai, pandemi dapat menjadi momentum titik balik Indonesia menjadi negara maritim sekaligus menjadi negara agraris sesungguhnya. “Ironis, garam banyak diimpor, padahal laut kita luas. Beras masih impor padahal masih banyak lahan produktif yang belum dikelola. Petaninya banyak kerja di pabrik. Nah, sekarang karena pabriknya tutup, mau tidak mau, suka tidak suka, kembali pada kearifan lokal: bertani dan perikanan,” katanya.

Hal itulah yang membuat Komjen Pol Agus Andrianto merasa perlu mendukung program FKDB on Farm ini. Ia berharap, setelah Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani, program FKDB on Farm dapat segera diimplementasikan di lapangan sehingga gairah pertanian di Indonesia terus dapat diandalkan untuk menopang pemulihan ekonomi nasional serta dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat banyak.

 

Pos Terkait

Back to top button