Nasional

Kakorpolairud Baharkam Polri Ikut Dampingi Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Penanganan Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Penanusa.com – Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol Drs Chairul Noor Alamsyah SH, MH, turut mendampingi Kapolri dan Panglima TNI meninjau penanganan dan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, Kamis (21-06-2018).

Diketahui, KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, dari Kabupaten Samosir menuju Kabupaten Simalungun, pada Senin, 18 Juni 2018, sekitar pukul 17.30 WIB.

Terkait kejadian ini, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan, akan menindak tegas secara hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab jika ditemukan adanya kesalahan.

Informasi yang berhasil dihimpun, sedikitnya 18 korban selamat berhasil ditemukan, 1 orang meninggal dunia, dan 166 orang dilaporkan pihak keluarga diduga ikut menumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam.

Untuk mencegah musibah serupa terjadi lagi, Irjen Pol Chairul Noor Alamsyah menegaskan kepada jajarannya agar mengingat kembali petunjuk dan arahan yang sudah disampaikan saat dimulainya Operasi Ketupat 2018.

Adapun isi jukrah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tigkatkan kegiatan pengamanan dan pengawasan serta pengendalian di tempat-tempat wisata, pelabuhan-pelabuhan resmi dan kecil serta perintis, sesuai dengan SOP yang berlaku.
2. Laksanakan kegiatan proaktif untuk mengecek kelebihan muatan dan penumpang dengan instansi terkait.
3. Laksanakan kegiatan preemtif dan patroli pencegahan bila ditemukan pelanggaran di lapangan.
4. Laksanakan pengawasan izin-izin kapal yang berlayar sesuai dengan ketentuan bersama instansi terkait.
5. Cek alat-alat keselamatan di tiap-tiap kapal sesuai dengan SOP yang berlaku.
6. Teruskan Jukrah ini sampai ke Satpolair-satpolair Polres di jajaran masing-masing dan tekankan untuk tidak ada lagi kecelakaan laut susulan.

“Saya lihat banyak para pejabat wilayah itu anggap kalau Operasi Ketupat itu fokusnya hanya arus lalu lintas jalan raya yang mudik dan balik. Harusnya mereka petakan angkutan-angkutan umum lainnya seperti kapal-kapal, dan yang rawan itu pelabuhan-pelabuhan kecil yang susah dikontrol,” ungkap Kakorpolairud Baharakam Polri. [AKP Bambang AS]

Pos Terkait

Back to top button