Internasional

Kampanye Stop Hate For Profit Facebook Menjadi Sasaran

Penanusa.com – kampanye Stop Hate for Profit, gerakan ini bertujuan untuk mendorong perusahaan besar menarik iklan dari perusahaan media sosial salah satunya Facebook. Hal ini dilakukan untuk  mendorong perusahaan media sosial untuk berbuat lebih banyak dalam penanganan konten ujaran kebencian.

Facebook dinilai gagal mengatasi ujaran kebencian dan hoaks di platformnya. Kampanye ini pun di dukung beberapa perusahaan besar seperti Unilever, Coca Cola, Patagonia, Ben & Jerry’s, dan The North Face. Untuk menghentikan memasang iklan di Facebook.

Baca Juga :Pandemi Covid-19 Naikkan Tren Konsumsi Media di Indonesia

“Saat ini melanjutkan iklan di platform ini tidak akan berguna bagi masyarakat. Kompleksitas budaya saat ini menempatkan tanggung jawab bagi sebuah merek untuk belajar, merespons dan bertindak untuk mendorong ekosistem digital yang kondusif,” tulis Unilever di laman resmi mereka.

Mark Zuckerberg (selular.id)

Akibat hal tersebut. Dilaporkan Mark Zuckerberg kehilangan sekitar USD7 miliar atau sekitar Rp100 triliun, disebabkan saham peusahaan yang anjlok beberapa waktu lalu.

Merespon kejadian ini, Facebook mengubah sejumlah kebijakan. Salah satunya adalah menandai unggahan yang dianggap melanggar aturan.

Menurut Kepala Eksekutif Common Sense Media Jim Steyer dan Co-chief Free Press Jessica Gonzalez, Facebook telah merespons kampanye yang mereka luncurkan. Facebook memperkenalkan langkah baru untuk melarang iklan serta label pidato kebencian dari politisi. Hal itu dilakukan untuk menenangkan gerakan boikot.

Namun hal itu tak memenuhi tuntutan kampanye. “Kami tidak memerlukan kebijakan satu kali di sana-sini. Kami membutuhkan kebijakan yang komprehensif,” ujar Gonzalez.

Baca Juga :Tragedi Medsos di Madura: Perlu Etika dalam Berperilaku di Media Sosial

Pos Terkait

Back to top button