BeritaNasional

Keluarga Korban 6 Anggota FPI Akan Kembali Dipanggil Ulang Polisi Minggu Depan

Penanusa.com – Pihak kepolisian berencana menjadwal ulang pemanggilan keluarga korban 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak di tol Jakarta-Cikampek.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi pemanggilan tersebut akan dilakukan pada Senin (21/12).

“Hari Senin depan (21 Desember 2020),” kata Andi Rian, Kamis (17/12/2020), dilansir dari suara.com.

Bareskrim Polri sebelumnya memanggil keluarga enam anggota laskar FPI yang tewas ditembak, tapi pihak keluarga tidak memenuhi panggilan. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Iya betul, dipanggil sebagai saksi,” kata Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Jumat (11/12).

Andi menuturkan pemanggilan itu untuk Senin (14/12) pekan depan. “Untuk hari Senin tanggal 14 Desember 2020,” ujarnya.

Andi menyebut penyidik masih melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya. Pemeriksaan terhadap para saksi yang dilakukan bersifat pemeriksaan lanjutan.

“Pemeriksaan saksi yang belum selesai, dilanjutkan hari ini,” kata Andi

Andi tidak merinci identitas saksi yang diperiksa kembali. Dia hanya memastikan jumlah saksi dalam bentrok ini masih terus bertambah.

“Jumlah saksi masih terus bertambah,” ujarnya.

Selain memeriksa saksi, Bareskrim Polri memeriksa ahli terkait peristiwa bentrokan itu. Saksi yang diperiksa adalah pihak yang melihat dan dianggap mengetahui persis baku tembak polisi dengan enam pengikut HRS di Tol Jakarta-Cikampek.

“(Mintai keterangan) termasuk ahli. Ahli balistik forensik, kedokteran forensik, dan Inafis,” tutur Andi pada Kamis (10/9).

Seperti diketahui, sebanyak 10 anggota laskar FPI terlibat kontak tembak dengan polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat sedang mengawal Habib Rizieq Shihab menuju Karawang. Empat anggota laskar FPI berhasil melarikan diri, sedangkan enam lainnya tewas.

“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur, sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal sebanyak 6 orang,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/12).

“Yang empat lainnya melarikan diri,” imbuhnya. (*)

Pos Terkait

Back to top button