Hiburan

Korban Cabut Laporan, Ferdian Paleka Bebas dari Tahanan

Bandung, CNN Indonesia — Polisi menghentikan kasus video prank bantuan sembako terhadap sejumlah transgender dengan tersangka Ferdian Paleka dan dua rekannya, Tubagus Fahddinar dan M. Aidil. Kasus dihentikan setelah korban yang juga pelapor sepakat berdamai dengan tersangka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Galih Indragiri menyebut pencabutan laporan itu dilakukan pada pekan lalu. 

“Ya, tersangka sudah berdamai dan pelapor sudah mencabut pelaporan kasusnya,” kata dia, saat dihubungi, Kamis (4/6).

Pencabutan laporan ini, lanjutnya, membuat polisi mengeluarkan para tersangka dari tahanan dan menghentikan perkara tersebut. Sebab, pasal yang dikenakan kepada Ferdian dan dua tersangka lain merupakan delik aduan.

“Pencabutan itu menjadi dasar kami mengeluarkan para tahanan. Karena kasus ini seperti yang kita ketahui bersama menerapkan UU ITE Pasal 45 ayat 3. Di sini yang kita sangkakan adalah masuk ke dalam delik aduan, jadi itu menjadi dasar kita,” ujar Galih.

“Jadi dengan dicabutnya itu pasti kita hentikan kasusnya,” imbuh dia.

Pencabutan laporan ini, lanjutnya, membuat polisi mengeluarkan para tersangka dari tahanan dan menghentikan perkara tersebut. Sebab, pasal yang dikenakan kepada Ferdian dan dua tersangka lain merupakan delik aduan.

“Pencabutan itu menjadi dasar kami mengeluarkan para tahanan. Karena kasus ini seperti yang kita ketahui bersama menerapkan UU ITE Pasal 45 ayat 3. Di sini yang kita sangkakan adalah masuk ke dalam delik aduan, jadi itu menjadi dasar kita,” ujar Galih.

“Jadi dengan dicabutnya itu pasti kita hentikan kasusnya,” imbuh dia.

Ketiganya dijerat Pasal 45 Ayat 3 UU ITE tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui informasi elektronik. Selain itu polisi juga menerapkan dua pasal tambahan, yakni Pasal 36 dan Pasal 51 Ayat 2 UU ITE  dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp12 miliar.

Pos Terkait

Back to top button