Catatan

Korupsi di Pamekasan; Metamorfosis Kalimat Sakti “Ini Perintah Bapak!”

Bahayanya kata “Silakan Atur jika Memang baik” dengan Penafsiran “Ini Perintah Bapak” dari orang yang merasa dekat kekuasaan.

Hari Rabu kemarin, secara tidak terduga di Kabupaten Pamekasan, Kabupaten yang memiliki jargon “Gerbang Salam” terjadi penangkapan orang dalam jumlah besar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Terdapat 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Adalah kasus dugaan korupsi ADD yang menjadi ihwal adanya penangkapan tersebut. Ada sejenis pemerasan yang dilakukan oleh pelaksana lembaga negara dan juga ada Gagapnya orang yang selalu mengaku sebagai orangnya Bupati.

Proses hukum akan terus berlanjut, pengungkapan bukti-bukti dan peran masing-masing pihak akan terungkap dalam persidangan nanti. Semoga proses persidangan berlangsung cepat karena kasus OTT yang terjadi di Pamekasan tidaklah rumit alurnya. Tidak ada proses pembuatan Perbup, Pencurian anggaran melalui APBD, tidak ada kongkalikong dalam pembahasan Perda/Raperda.

Apapun yang terjadi, mari kita jadikan Ibrah atas apa yang terjadi.

Pertama, pimpinan karena memang memiliki banyak tanggung jawab jika mendapatkan penjelasan dari bawahannya, kadang memberikan jawaban “Silakan atur jika baik.”

Frasa kalimat tersebut, bagi orang-orang yang biasa menjual diri kepada publik akan kedekatan dengan pimpinan akan menganggap bahwa itu perintah. Bahkan, kepada orang lain orang enis tersebut akan melakukan banyak hal penafsiran kalimat “silakan atur jika memang baik.”

Penafsiran yang sering dilakukan oleh orang jenis Asal Bapak Senang dan Merasa sangat dekat dengan kekuasaan adalah “Ini perintah Bapak,”. “Bapak Memerintahkan Saya.”

Bahkan, lebih parah lagi, sering kali menyampaikan “Bapak apa kata saya.”

Pesan pendek dari kata “Silakan atur jika memang baik” mereka umbar kesana kemarin dengan mengesankan bahwa dialah orang pintar di sekitar “Bapak” yang dianggap sebagai perencana. Atau bahkan menggambarkan diri sebagai orang kuat di sekitar “Bapak.”

Hal-hal seperti itu, sering juga dilakukan oleh Kepala-kepala Dinas di lingkungan Pemkab dengan selalu beralasan, “Bapak Bupati Memerintahkan kami……” hanya untuk berlindung agar program yang seharusnya tepat sasaran kepada Penerima Dampak mengarah kepada Famili Penerima Dampak.

Semoga cepat tuntas proses hukumnya kasus OTT oleh KPK di Pamekasan.

Saya masih hormat atas perintahnya, Bendera merah putih untuk hormati Pahlawan, saya pasang sendiri ditemani anak perempuan.

Catatan: Tabri Syaifullah Munir | Wartawan dan Pengurus ISNU Kabupaten Sumenep.

Pos Terkait

Back to top button