Nasional

Kunker Kabaharkam Polri Terkait Conditioning Strategy Pam Pemilu 2019 Berakhir di Polda Lampung

Baharkam Promoter! – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum, tiba di Bandar Lampung, Lampung, Jumat pagi, 15 Maret 2019. Ini adalah perjalanan akhir kunjungan kerjanya dalam rangka pelaksanaan “conditioning strategy” menghadapi pengamanan Pemilu 2019.

Di sini, Kabaharkam Polri juga memberikan arahan kepada personel Bhabinkamtibmas dan pengemban Polmas Polda Lampung.

Arahan dilaksanakan di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL). Dihadiri oleh 1.200 personel, yang merupakan jumlah personel terbanyak yang menerima arahan selama kunker conditioning strategy di beberapa Polda.

Sejak Senin pagi, 11 Maret 2019, perjalanan kunker Kabaharkam Polri dimulai di Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan.

Di hari yang sama, setelah dari Banjarmasin, Kabaharkam Polri beserta rombongan segera menuju ke Tanjung Selor, Polda Kalimantan Utara.

Keesokan harinya Selasa, 12 Maret 2019, Kabaharkam Polri meninjau daerah perbatasan di Nunukan dan Pulau Sebatik, sebelum akhirnya menuju Balikpapan, Polda Kalimantan Timur.

Di hari Rabu, 13 Maret 2019, Kabaharkam Polri menuju Palangka Raya untuk memberikan arahan kepada personel Polda Kalimantan Tengah. Kemudian dilanjutkan menuju Pontianak, Polda Kalimantan Barat.

Kamis pagi, 14 Maret 2019, perjalanan dilanjutkan ke Pangkal Pinang, Polda Kepulauan Bangka Belitung. Kemudian langsung menuju Palembang, Polda Sumatera Selatan.

Dan Polda Lampung menjadi tujuan kunjungan terakhir sebelum kemudian Kabaharkam Polri dan rombongan kembali ke Jakarta.

“Kunker ini bertujuan untuk memastikan agar kegiatan pengamanan Pemilu dapat berjalan dengan aman dan tertib sesuai yang diharapkan,” terang Komjen Pol Moechgiyarto.

Dalam arahannya, Kabaharkam Polri mengungkapkan bahwa Baharkam Polri telah menyusun strategi dalam rangka mencegah dan menangkal gangguan Kamtibmas untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang mantap dan kondusif melalui tiga tahapan, yaitu: pengondisian, pemolisian, serta kemitraan dan penegakan hukum.

Strategi pengondisian merupakan kegiatan Bhabinkamtibmas dan Polmas dalam rangka memberikan motivasi atau stimulus terhadap pola pikir masyarakat untuk menumbuhkembangkan kesadaran betapa pentingnya mengamankan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal/kerja, mampu mendeteksi ancaman gangguan Kamtibmas, serta proaktif menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas dan pengemban Polmas.

Strategi pengondisian ini dilaksanakan dengan tahapan kegiatan Door to Door System (DDS) dan membangun informan desa/kelurahan kawasan dan komunitas interes.

Sedangkan strategi pemolisian serta kemitraan dan penegakan hukum merupakan kelanjutan dari strategi pengondisian yang pada dasarnya mengikutsertakan potensi masyarakat yang telah tergalang pada strategi pengondisian untuk membantu tugas Polri.

“Sebenarnya, jika penerapan strategi Baharkam Polri ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh jajaran Baharkam Polri di kewilayahan, terutama penerapan strategi pengondisian dengan kegiatan Door to Door System dan membangun jaringan informasi potensi masyarakat, baik di wilayah pemukiman dan kawasan maupun pada komunitas interes, maka dapat mendukung terwujudnya penyelenggaraan Pemilu 2019 yang aman dan kondusif,” terang Komjen Pol Moechgiyarto.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan kewenangan hukum yang dimiliki oleh Polri, yakni menjaga proses demokrasi agar berjalan tetap ‘on the right track’, dan secara langsung berfungsi juga sebagai ‘cooling system’ yang meminimalisir gesekan antarkelompok politik dan kelompok masyarakat.

[AKP Bambang AS]

Pos Terkait

Back to top button