Hukum

Neta S Pane Ajak Novel Baswedan Datang ke Indonesia

Jakarta, Penanusa – Ketua Presidium Indonesia Police Watch IPW, Neta S Pane, menyarankan agar penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tidak hanya bicara di media terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya, dan segera memberikan penjelasan kepada Tim Investigasi Polri.

“Ayolah, Bang Novel, datang ke Indonesia, bergabung dengan Polri dan KPK untuk sama-sama mengungkap kasus ini secara jelas. Jangan kemudian Bang Novel itu hanya roadshow di luar!” seru Neta dalam keterangan persnya di salah satu stasiun televisi swasta, Selasa (01-08-2017).

Karena, menurut Neta, dengan keterangan-keterangan yang disampaikan Novel Baswedan kepada media, sementara ia berada di luar negeri, bisa memunculkan dugaan jangan-jangan kasus ini mau dipolitisasi, yang akibatnya hubungan Polisi dengan KPK semakin panas.

Sementara, terkait tudingan Novel Baswedan adanya indikasi oknum Jenderal Polisi aktif yang terlibat dalam kasusnya, Neta mengaku pihaknya mengetahui oknum yang dimaksud.

“Kita menyimpulkan sebenarnya ada dua Jenderal yang dia indikasikan, yang selama ini memang bersentuhan dengan kasus-kasus dia sebelumnya. Itu dari analisa kita melihat kasus-kasus yang sebelumnya melibatkan Novel dengan Polri. Tapi apakah ini ada kaitan? Kita belum melihat ke sana,” ungkap Neta.

Selain itu, Neta juga mengimbau agar Polri harus berperan aktif mensosialisasikan penanganan kasus tersebut.

“Kemudian mengajak KPK, ayo kita buka ini bersama-sama, ajak Novel, kemudian Novel juga harus proaktif sehingga tidak ada dusta antara Polri dan KPK. Karena kalau mereka hanya bermain politisasi, ini gak akan selesai,” katanya.

“Memang mereka punya trauma panjang, konflik ya, tapi di KPK sendiri kan banyak anggota Polri, kemudian Novel sendiri anggota Polri, kenapa mereka sesama anggota Polri sungkan? Mereka justru harus bersatu. Bersatu membongkar siapa ini biang keroknya, apakah benar-benar oknum Polri atau ada oknum-oknum koruptor yang mendalanginya sehingga mengadu domba antara KPK dan Polri. Sementara Indonesia Police Watch melihat, Polri tidak terlibat dalam kasus ini. Itu kesimpulan kita,” tegas Neta.

Pos Terkait

Back to top button