BeritaInternasional

Norovirus Si Misterius, Sejumlah Mahasiswa Tumbang di China

Penanusa.com – Belum juga selesai wabah virus corona di dunia, China diguncang dengan serangan norovirus.  Otoritas pengendalian penyakit di China mengungkapkan mahasiswa di universitas di Provinsi Shanxi, China utara terpapar norovirus. Apa sebenarnya norovirus?

Apa itu norovirus?

Virus dapat menyebar lewat air atau makanan yang terkontaminasi atau dengan menyentuh benda yang permukaannya terdapat virus.

Norovirus dianggap sebagai penyebab paling umum dari gastroenteritis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia. Ini menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman dan dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat.

Norovirus awalnya disebut virus Norwalk, setelah kota Norwalk, OH, di mana wabah pertama yang dikonfirmasi terjadi pada tahun 1972.

Meskipun norovirus dapat menyerang kapan pun, ini lebih sering terjadi pada musim dingin. Orang terkadang menyebutnya “serangga muntah musim dingin”. Norovirus juga kadang disebut keracunan makanan, karena dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Namun, mereka tidak selalu merupakan hasil kontaminasi makanan.

Foto: iStockphoto/Aunt_Spray ilustrasi norovirus
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Standar Pengobatan Pasien COVID-19 Ditingkatkan

Sejumlah mahasiswa di sebuah universitas di Provinsi Shanxi, China utara dilaporkan terpapar norovirus. Universitas Keuangan dan Ekonomi Shanxi di Taiyuan mengatakan mahasiswa tersebut menunjukkan gejala muntah, diare, dan demam.

Informasi dari otoritas pengendalian penyakit setempat kemudian dikonfirmasi oleh seorang anggota staf rumah sakit universitas, namun ia enggan memberikan informasi rinci soal berapa banyak mahasiswa yang telah terinfeksi.

Beberapa mahasiswa yang sakit langsung ditempatkan di asrama pria terdekat.

“Saat ini rumah sakit kampus dipenuhi oleh mahasiswa yang terinfeksi dan lantai di asrama laki-laki telah ditutup. Yang lainnya menghadiri kelas seperti biasa,” ucap beberapa mahasiswa di universitas tersebut kepada surat kabar lokal Red Star News dilansir dari Global Times, Selasa (13/10).

Baca Juga: Teknologi 5G Berhasil Digunakan China Untuk Operasi Medis Jarak Jauh

Pada Kamis malam pekan lalu pihak universitas mengeluarkan pernyataan, yang mengatakan bahwa setelah perawatan, kondisi para mahasiswa itu membaik, dan beberapa di antaranya telah pulih.

Pernyataan itu mengungkapkan bahwa pengujian oleh departemen pengawasan kesehatan kota tidak menemukan satu pun sumber makanan terkontaminasi di kampus yang mungkin menyebabkan wabah.

Lebih lanjut dijelaskan air minum kampus juga bukan sumber virus tersebut. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, lebih dari 30 wabah norovirus telah dilaporkan secara nasional sejak September tahun ini dengan total 1.500 kasus.

Pos Terkait

Back to top button