fbpx
Pandemi Covid-19 Naikkan Tren Konsumsi Media di Indonesia

Pandemi Covid-19 Naikkan Tren Konsumsi Media di Indonesia

Dable, platform penelusuran konten (content discovery) di Asia, menerbitkan “Laporan Tren Konsumsi Media di Indonesia” (Indonesia Media Consumption Trend Report) yang menganalisis konsumsi konten media setelah pandemi virus corona Covid-19 merebak. Laporan ini memaparkan tren-tren konsumsi media pada sejumlah perusahaan media terkemuka di Indonesia selama tiga bulan sejak Februari hingga April 2020.

Menurut “Laporan Tren Konsumsi Media di Indonesia” yang diterbitkan pada 17 Juni, jumlah konten media yang dikonsumsi dari Februari sampai Maret meningkat hingga 28%. Peningkatan tersebut dikarenakan, Pemerintah Indonesia mulai melaporkan kasus Covid-19 pertama pada Maret. Setelahnya, wabah Covid-19 yang terus merebak di tingkat nasional mendorong tingkat konsumsi konten pada April.

Laporan Dable mengkaji dampak Covid-19 terhadap konsumsi media pada enam kategori yakni Bisnis, Hiburan, Berita Umum, Berita, Regional, Olahraga. Konsumsi konten pada kategori “Bisnis” tercatat meningkat hingga 62% lebih tinggi pada April dibandingkan Februari, dan angka itu merupakan kenaikkan tertinggi di antara enam kategori konten.

Hal ini terjadi seiring dengan anjloknya harga saham secara drastis akibat kekhawatiran tentang pandemi serta besarnya minat khalayak umum terhadap isu-isu ekonomi. Kemudian pada April, saat Covid-19 mulai menyebar di tingkat nasional, konsumsi konten pada kategori “Regional” memiliki laju peningkatan tertinggi kedua, yaitu 61% lebih tinggi dibandingkan Februari.

Di antara sejumlah kategori konten yang dikonsumsi setiap hari, konten “Hiburan” memiliki laju peningkatan tertinggi, yakni 35% pada April jika dibandingkan Februari. Hal ini terjadi akibat bergesernya minat masyarakat ke berita hiburan demi mengurangi stres dari paparan berita-berita tentang Covid-19. Di sisi lain, konsumsi konten “Olahraga” menurun 12% pada April jika dibandingkan dengan bulan Februari, dikarenakan sejumlah pertandingan dan turnamen dibatalkan akibat Covid-19.

Dable juga mengkaji tren-tren konsumsi konten berdasarkan jenis perangkat di mana tingkat konsumsi mengalami lonjakan pada perangkat seluler dan komputer PC, seiring dengan penyebaran Covid-19. Untuk komputer PC jika dibandingkan dengan Februari, laju peningkatan mencapai 35% pada Maret, dan menurun sekitar 10% pada April.

Penurunan ini diakibatkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) sejalan dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Di sisi lain, konsumsi konten pada perangkat seluler meningkat sekitar 27% pada Maret ketimbang Februari, dan tetap stabil pada April. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan seluler tidak begitu terpengaruh dengan praktik WFH.

Menurut General Manager Dable Indonesia, Lee Ho Young, pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap seluruh aspek sosial, termasuk perekonomian dan kebudayaan. Hal serupa terjadi pada cara kita mengonsumsi konten media.

“Banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah akibat WFH dan PSBB memberikan kita lebih banyak waktu untuk mengkonsumsi konten. Masyarakat tak hanya tertarik pada informasi tentang Covid-19, namun mereka juga mencari cara agar kegiatan di rumah lebih menarik,” ujarnya dalam keterangan pers yang disampaikan Selasa (23/6).

Dable adalah sebuah platform penelusuran konten yang mengkaji data dari 2.300 perusahaan media di seluruh dunia. Dable menggunakan real-time big data dan teknologi personalisasi guna menyediakan rekomendasi konten secara personal kepada pengunjung situs web berdasarkan beragam minat individu, seperti halnya gender, usia, minat, dan lain-lain.

Baca juga: Dikawal Ahok, Dahlan: Ada Ledakan Momentum di Pertamina

Related Posts