Politik

Pengamat: Pemilu 2019 Adalah Pertarungan Militansi

Penanusa.com – Pemilihan Umum 2019, yang tahap pemungutan suaranya akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mendatang, merupakan pertarungan militansi antara pendukung yang satu dengan yang lainnya.

Demikian diungkapkan pengamat politik Ray Rangkuti pada Diskusi Publik “Islam dan Politik Kebangsaan: Membangun Adab Politik Menuju Pesta Demokrasi 2019” yang diselenggarakan oleh Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) di D’Hotel, Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019.

Menurut Ray Rangkuti, pada tataran pemilihan presiden, saat ini para pemilih mayoritas telah bulat menetapkan pilihan masing-masing.

“Jadi, pendukung Paslon 01, 80 persenya sudah militan akan memilih Paslon 01, tidak akan berubah memilih 02. Begitu juga pendukung Paslon 02, 80 persennya sudah militan mendukung Paslon 02,” kata Ray Rangkuti dengan mengacu pada hasil survei Kompas.

Tak hanya itu, lanjut Ray Rangkuti, bahkan ada sekitar 10 persen pemilik suara yang militan tidak akan memilih pasangan calon mana pun.

Ray Rangkuti berpendapat, peta angka tersebut tidak akan berubah sampai masa pencoblosan nanti, kecuali ada peristiwa besar yang dapat mempengaruhi pilihan pemilih. []

Pos Terkait

Back to top button