Nasional

Peringatan 16 Tahun Tsunami, Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aceh

Penanusa.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyoroti Peovinsi Aceh memiliki sumber daya alam serta budaya kuat yang dapat menjadi potensi dan daya tarik bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebut saja kulinernya yang khas seperti Mi Aceh dan Ayam Tangkap, serta keragaman kriya dan busana seperti Songkok Aceh yang bisa menjadi inspirasi produk kreatif.

oleh karena itu, ia pun mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi Aceh menggelar peringatan 16 tahun peristiwa Tsunami Aceh.

Tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004, kata Sandiaga, menjadi salah satu catatan sejarah besar Indonesia. Bank Dunia mencatat, jumlah korban akibat Tsunami di Aceh mencapai 167 ribu orang, baik yang meninggal dunia maupun hilang.

Baca juga: Kini Jadi Menteri, Sandiaga Uno Konsisten Ingin Ciptakan Banyak Lapangan kerja

Akan tetapi, bertahun-tahun kemudian, peristiwa itu menyisakan hikmah betapa kuatnya masyarakat Aceh untuk bangkit. Karakter masyarakat Aceh yang kuat dan mandiri memberi inspirasi bangsa ini untuk dapat bangkit dari pandemi COVID-19, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Seperti saat ini bagaimana kita harus sama-sama dapat bangkit dari pandemi COVID-19 yang memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya adalah dengan menjalankan penerapan protokol kesehatan yang baik agar dampak COVID-19 segera teratasi dan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tumbuh baik dan tercipta lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan persnya yang dilansir kemenparekraf.go.id, Sabtu, 26 Desember 2020.

Baca juga: Catat, Berikut Program Kerja Enam Menteri Baru Kabinet Indonesia Maju

Untuk merealisasikan itu semua, Sandiaga Uno mengaku kementerrian yang ia pimpin akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis penyumbang devisa serta pembuka lapangan kerja paling cepat dan mudah.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) setiap tahunnya terus meningkat. Tahun 2017, jumlah wisman yang mengunjungi Provinsi Aceh mencapai 33.105 orang, tahun 2018 sebanyak 33.787 orang, dan tahun 2019 mencapai 34.465 orang. Namun pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar, dimana jumlah wisman di sepanjang 2020 sebanyak 10.401 orang.

“Peringatan tsunami yang akan diselenggarakan secara hybrid ini sebagai bentuk adaptasi sekaligus inovasi di tengah pandemi, dimana seluruh stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif beradaptasi penuh dengan kebutuhan penerapan protokol kesehatan yang baik. Kebangkitan Aceh akan menginspirasi kebangkitan Pariwisata Indonesia kedepan,” kata Sandiaga Uno.(*)

Pos Terkait

Back to top button