Khazanah

Perjalanan Nabi (26), Perang Badar, Sebab-sebab Peperangan

Kedua Pasukan Saling Berhadapan
Penanusa.com – Pada hari yang telah ditentukan, kedua pasukan yang telah siap berperang sudah saling berhadapan satu sama lain. Rasulullah segera menyiapkan pasukan perangnya, seraya berpesan kepada mereka agar tidak memulai peperangan kecuali ada komando khusus darinya.

Adu Tanding
Sebelum memulai peperangan, pasukan Quraisy mengeluarkan tiga tentaranya untuk mengajak adu tanding kepada pasukan Muslimin. Mereka adalah Utbah dan saudaranya; Syaibah bin Rabi’ah serta Walid bin ‘Utbah.

Menanggapi hal tersebut, dari pasukan kaum muslimin, keluar tiga orang prajurit dari kalangan Anshar. Namun dengan sombong, mereka ditolak oleh ketiga prajurit Quraisy tersebut. Mereka meminta lawan yang sebanding dari suku mereka sendiri. Akhirnya Rasulullah memerintahkan Ubaidah bin Harits, Hamzah bin Abdul-Muththalib serta Ali bin Abi Thalib untuk meladeni mereka.

Maka Ubaidah yang saat itu masih sangat muda menghadapi ‘Utbah bin Rabi’ah, sementara Hamzah menghadapi Syaibah dan Ali bin Thalib menghadapi Walid bin Utbah.

Hamzah dan Ali tidak memerlukan waktu yang lama untuk mengalahkan dan membunuh lawannya, sementara Ubaidah baru dapat mengalahkan lawannya setelah dibantu oleh Hamzah dan Ali, sedangkan Ubaidah sendiri luka parah, dan kemudian meninggal seusai perang Badar.

Serangan Umum dari Pihak Musuh
Setelah perang tanding selesai, kaum musyrikin yang dipimpin para komandannya dengan beringas langsung menyerbu pasukan kaum muslimin. Namun dengan kesabaran, keteguhan dan mengharap pertolongan Allah Ta’ala, mereka bertahan menghadapi serbuan kaum musyrikin.

Rasulullah yang menyaksikan pertempuran tersebut tak henti-hentinya berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah Ta’ala agar diberikan kemenangan dan pertolongan hingga selendangnya jatuh dari pundaknya, bahkan beliau berdoa:

“Ya Allah, jika pasukan ini kalah hari ini, maka Engkau tidak disembah, Ya Allah, jika Engkau kehendaki, Engkau tidak disembah lagi hari ini”

Abu Bakar mengembalikan selendang tersebut kepada Rasulullah seraya berkata :
“Cukuplah ya Rasulullah, engkau telah memohon dengan sangat kepada Rabbmu”.

Kemudian Allah Ta’ala mewahyukan kepada malaikat-Nya :

“Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir” (QS al-Anfal : 12) Kemudian kepada Rasulullah, Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” (QS. al-Anfal : 9)

Maka setelah itu, datanglah bantuan Allah Ta’ala berupa para malaikat yang datang dengan berbaris. Rasulullah yang mengetahui hal tersebut sangat gembira dan segera memberitahu Abu Bakar yang berada di sampingnya tentang hal tersebut. Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Pos Terkait

Back to top button