Khazanah

Perjalanan Nabi (34), Perang dan Diplomasi Nabi, Perang Uhud

Khalid bin Walid Mengepung dari Belakang
Penanusa.com – Khalid bin Walid, ketika menyaksikan kejadian tersebut, segera berjalan memutar membawa sebagian pasukannya hingga berada di belakang pasukan kaum muslimin.

Mereka segera menghabisi pasukan pemanah; Abdullah bin Zubair dan sahabat-sahabatnya. Setelah itu mereka mendatangi pasukan kaum muslimin dari belakang dengan berteriak sekeras-kerasnya.

Mendengar suara tersebut, pasukan kaum musyrikin yang awalnya terdesak dan jatuh mental, menjadi bangkit lagi semangatnya. Bendera kaum musyrikin segera diambil dan diangkat, lalu mereka balik menyerbu kaum muslimin. Kini pasukan kaum muslimin terkepung dari arah belakang dan depan, tidak ada pasukan pemanah yang melindungi mereka.

Pasukan kaum muslimin akhirnya kacau balau, banyak di antara mereka yang terdesak, lari ke bukit-bukit, ada juga yang pulang ke Madinah.

Rasulullah Mengambil Sikap Berani
Saat itu Rasulullah dikelilingi oleh sekelompok kecil pasukan kaum muslimin yang berjumlah 9 orang sahabat di barisan belakang pasukan kaum muslimin. Melihat pasukannya terdesak, Rasulullah segera berteriak kepada Mereka :

“Wahai hamba-hamba Allah”.

Rasulullah tahu bahwa suaranya akan lebih dahulu di dengar oleh orang kafir sebelum pasukan kaum muslimin.

Maka serta merta pasukan kaum kafir yang mendengar suara Rasulullah segera mencarinya untuk membunuhnya. Sebab dengan membunuh Rasulullah peperangan ini dapat mereka menangkan.

Saat itulah muncul isu di tengah pasukan kaum muslimin, bahwa Rasulullah telah terbunuh. Sebagian kaum muslimin langsung jatuh mentalnya, di antara mereka ada yang melempar senjatanya dan menyerah, bahkan ada yang berpikir untuk minta perlindungan kepada Abdullah bin Ubay.

Namun ada sejumlah sahabat yang segera meluruskan keadaan, di antaranya Anas bin Nadhir. Ketika beliau menemukan mereka yang sudah patah semangat, beliau berkata :

“Apa yang kalian tunggu ?”,
“Rasulullah telah terbunuh”, jawab mereka.
“Kalau begitu untuk apa lagi kalian hidup setelah kematiannya, matilah kalian sebagaimana matinya Rasulullah!”. Jawab Anas

Demikianlah para sahabat kembali memompa semangat juang kaum muslimin, sehingga mereka kembali sadarkan diri, semangat dan keberanian mereka bangkit lagi. Lalu mereka ambil lagi senjata-senjata mereka untuk membendung laju pasukan kafir yang saat itu sedang menuju markas Rasulullah. Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Pos Terkait

Back to top button