Khazanah

Perjalanan Nabi (37), Perang dan Diplomasi Nabi, Perang Mu’tah

Penanusa.com – Perang Mu’tah ini, merupakan peperangan paling sengit dan berdarah dalam kehidupan Rasulullah¬. Perang ini adalah sebagai muqadimah ditaklukkannya negeri-negeri Kristen.
Mu’tah adalah nama sebuah negeri di Syam, berjarak sekitar 80 km dari Masjidil-Aqsha.

Sebab Peperangan
Perang ini disebabkan karena dibunuhnya utusan Rasulullah yang dikirim untuk menyampaikan surat dakwah dari Rasulullah oleh pejabat raja Qaishar di Balqa’ negeri Syam. Tindakan tersebut bagi Rasulullah tak lebih sebagai pengumuman perang. Maka beliau menyiapkan tentaranya sebanyak 3000 prajurit; belum pernah sebelumnya terkumpul jumlah sebanyak itu, kecuali pada perang Ahzab.

Pada perang ini Rasulullah memberikan tugas komando kepada Zaid bin Haritsah¬, beliau berpesan kepadanya:

“Jika Zaid terbunuh, (komando) pindah ke Ja‘far, dan jika Ja’far terbunuh, pindahkan ke Abdullah bin Rawahah”.

Rasulullah pun berpesan kepada Zaid untuk mendakwahkan mereka kepada Islam. Jika mereka menerimanya, maka terimalah, sedangkan jika tidak, mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka. Beliaupun berpesan:

“Perangilah siapa yang kufur kepada Allah dengan Nama-Nya dan di jalan-Nya, Jangan berkhianat, jangan bunuh anak kecil, kaum wanita dan orang tua renta, dan mereka yang beribadah di tempat ibadahnya. Jangan tebang pohon-pohon dan jangan robohkan bangunan”.

Kemudian berangkatlah pasukan mujahid tersebut, diantar penduduk Madinah hingga ke tepi kota.

Di tengah perjalanan, sampailah berita intelijen kepada pasukan kaum Muslimin bahwa Raja Heraklius telah menyiapkan 100.000 pasukan Romawi di Balqa’ dan ditambah lagi seratus ribu dari suku-suku sekitarnya. Sehingga keseluruhannya berjumlah 200.000 pasukan. Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Pos Terkait

Back to top button