Khazanah

Perjalanan Nabi (43), Akhir Kenabian

Abu Sufyan Ke Madinah Untuk Memperbaharui Perjanjian
Penanusa.com – Tentu saja apa yang dilakukan oleh Suku Quraisy dan sekutunya merupakan pengkhianatan yang tidak ada pembenarannya sedikitpun.

Suku Quraisy yang khawatir akibat dari tindakan seperti itu segera bermusyawarah. Mereka pun sepakat mengutus Abu Sufyan untuk memperbaharui perjanjian.

Berangkatlah Abu Sufyan ke Madinah. Setibanya di sana dia langsung menuju rumah putrinya Ummu Habibah, ketika dia hendak duduk di atas tikar milik Rasulullah¬, segera Ummu Habibah melipat tikar tersebut. Abu Sufyan berkata:

“Wahai putriku, apakah engkau sayang kepada aku agar tidak duduk di tikar ini, atau engkau sayang kepada tikar itu agar aku tidak duduki ?

“Ini adalah tikar milik Rasulullah¬, sedangkan engkau musyrik lagi najis”, tegas Ummu Habibah.

“Demi Allah, kini perangaimu jadi buruk”, ketus Abu Sufyan.

Setelah itu dia menghadap Rasulullah dan menyampaikan maksudnya. Namun beliau tidak memberikan jawaban sedikitpun, kemudian dia menghadap Abu Bakar, beliaupun tidak mau berbuat apa-apa, lalu menghadap Umar bin Khattab, kemudian Ali bin Thalib, Mereka semua tidak memberikan jawaban memuaskan. Diapun akhirnya kembali ke Mekkah dengan tangan hampa. Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Pos Terkait

Back to top button