Khazanah

Perjalanan Nabi (45), Akhir Kenabian

Pasukan Islam Mulai Bergerak Menuju Mekkah
Penanusa.com – Pada tanggal 10 Ramadhan, tahun 8 Hijriah, Rasulullah meninggalkan Madinah menuju Mekkah bersama 10.000 sahabat.

Rasulullah terus menempuh perjalanan dalam keadaan puasa hingga tiba di Kadid, lalu beliau membatalkan puasanya, kemudian diikuti oleh pasukannya.

Setelah itu dia kembali berjalan hingga tiba di Wadi Fatimah pada malam hari. Kemudian beliau perintahkan pasukannya untuk menyalakan api, sedangkan Umar diperintahkan berjaga-jaga.

 

Abu Sufyan Masuk Islam
Di Marr adz-Dzahran, ketika Rasulullah sedang beristirahat, Abbas bin Abdul-Muththalib mengendarai keledai putih milik Rasulullah untuk memeriksa keadaan sekeliling.

Setibanya di suatu tempat dia bertemu dengan Abu Sufyan yang saat itu sedang menyelidiki keadaan pula dari pihak Quraisy. Abbas bin Abdul-Muththalib memberitahukannya bahwa Rasulullah telah siap dengan pasukannya esok hari untuk menyerbu kota Mekkah.

Abu Sufyan yang saat itu merasa tidak ada jalan keluar lagi, segera diajak oleh Abbas bin Abdul-Muththalib untuk menemui Rasulullah. Setelah bertemu dengan Rasulullah dan melakukan dialog sebentar, akhirnya Abu Sufyan menyatakan masuk Islam.

Karena Abu Sufyan terkenal sebagai pembesar, maka sebagai penghormatan kepadanya, Rasulullah menjadikan rumahnya sebagai salah satu tempat yang aman bagi penduduk Mekkah untuk mencari perlindungan. Beliau bersabda:

“Siapa yang masuk rumah Abu Sufyan, maka dia aman, siapa yang menutup pintu rumahnya maka dia aman, dan siapa yang masuk Masjidil-Haram maka dia aman”. Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Pos Terkait

Back to top button