Khazanah

Perjalanan Nabi (56), Akhir Kenabian, Pereang Tabuk

Berita Pasti Persiapan Bangsa Romawi
Penanusa.com – Kepastian berita persiapan bangsa Romawi yang akan menyerbu kaum muslimin di Madinah baru didapatkan setelah ada orang pedusunan dari Syam yang datang membawa minyak Zaitun ke Madinah.

Ia mengabarkan bahwa Heraklius telah menyiapkan pasukan raksasa berjumlah 40.000 prajurit, dan sekarang telah tiba di daerah Balqa’.

Kondisi Kritis
Kondisi semakin kritis ketika di Madinah pada saat itu, sedang terjadi musim kering yang parah. Masyarakat sedang kesulitan dan sedikit persediaan, sementara itu buah-buahan sedang siap petik, maka tentu saja mereka lebih senang berdiam menunggu hasil pertanian mereka yang siap panen.

Di sisi lain, perjalanan menuju tempat pertempuran (daerah Tabuk) sangat jauh dan sangat sulit.

Namun demikian Rasulullah mengambil sikap tegas, karena jika hal ini dibiarkan, maka kekuatan Romawi akan semakin berani dan memengaruhi suku-suku yang selama ini sudah ditundukkan, sehingga kejahiliahan yang telah berhasil ditaklukkan dapat bangkit kembali. Itu artinya, kemenangan yang telah diraih menjadi terancam.

Menyadari hal tersebut sepenuhnya, -walaupun kondisi sangat sulit- Rasulullah memutuskan untuk menghadapi pasukan Romawi di perbatasan negeri mereka dan tidak membiarkan mereka masuk ke negeri Madinah.

Maka Rasulullah segera mengumumkan kepada para sahabatnya, suku-suku Arab dan penduduk Mekkah untuk bersiap-siap menghadapi peperangan.

Karena itu, jika pada peperangan-peperangan sebelumnya, biasanya Rasulullah selalu menyembunyikan hasrat berperang, namun karena bahaya besar yang mengancam dan kondisi dalam negeri yang sulit, kali ini beliau mengumumkan secara terang-terangan bahwa mereka akan menghadapi pasukan Romawi, sehingga masalahnya menjadi jelas bagi masyarakat dan mereka segera menyiapkan segala sesuatunya dengan maksimal.

Mengenai hal ini, Allah kisahkan dalam sebagian dari surat at-Taubah yang memerintahkan mereka untuk tabah dan memotivasi bertempur. Rasulullah juga menyerukan untuk bershadaqah dan berinfak dengan harta yang paling bernilai di jalan Allah. Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Pos Terkait

Back to top button