Perjalanan Nabi (57), Akhir Kenabian, Pereang Tabuk

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Perjalanan Nabi (57), Akhir Kenabian, Pereang Tabuk
Perjalanan Nabi (57), Akhir Kenabian, Pereang Tabuk

Kaum Muslimin Berlomba-lomba Mempersiapkan Jihad
Penanusa.com – Setelah mendengar seruan Rasulullah, kaum muslimin berlomba-lomba menyambutnya. Suku-suku dari pedalaman segera menuju Madinah.

Tidak ada seorangpun yang rela tertinggal dalam kesempatan ini, kecuali mereka yang hatinya sakit, dan tiga orang yang tertinggal dan akan dikisahkan berikut.

Bahkan orang-orang yang tidak mampu secara materi datang minta kepada Rasulullah agar diikutsertakan olehnya dalam pertempuran melawan Romawi tersebut, namun akhirnya mereka harus bersedih karena Rasulullah menyatakan tidak ada perbekalan yang cukup untuk mereka.

Hal itu Allah Ta’ala gambarkan dalam al-Quran :

“Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali, sedang mata bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan“ (QS. at-Taubah: 92)

Kaum muslimin juga berlomba-lomba berinfaq dan bershadaqah. Utsman bin Affan yang telah menyiapkan rombongan dagang dengan 100 onta lengkap dengan muatannya dan 200 keping perak segera menginfaqkannya kepada Rasulullah bahkan ditambah dengan 1000 dinar emas. Rasulullah membolak balikkan harta tersebut seraya bersabda :

“Tidak ada lagi yang mencelakakan Utsman dari apa yang dia perbuat setelah hari ini”

Kemudian Utsman terus bershodaqah, hingga mencapai 900 onta, dan 100 kuda selain uang.

Abdurrahman bin Auf bershodaqah dengan 200 keping perak, Abu Bakar datang dengan membawa seluruh hartanya sedangkan untuk keluarganya tidak dia tinggalkan kecuali Allah dan Rasul-Nya, jumlahnya 4000 dirham, dan dialah yang pertama datang membawa shodaqohnya.

Sedangkan Umar bin Khattab datang dengan setengah hartanya, Abbas bershodaqah dengan harta yang banyak, demikian juga Talhah, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah, semuanya datang membawa hartanya, hingga ada yang datang membawa satu atau dua mud (sekitar seliter atau dua liter) korma, karena tidak dapat lagi berinfaq selain itu.

Kaum wanitapun tak ketinggalan mereka berinfaq dengan kalung, gelang dan cincinnya.
Tidak ada seorangpun yang menahan hartanya dan bakhil kecuali orang-orang munafik. ¬

“(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mu’min yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka” (Qs. at-Taubah: 79). Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Topik Lainya:

Kabar Terkait:

Kabar Utama:

Kabar Terbaru:

logo 120x120
Rekam Jejak Indonesia

Portal berita online terkini hari ini dari media mainstream terbaik dan terpercaya

Ikuti Kami

©2021 penanusa.com. All rights reserved.

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Privacy Policy | Hubungi Kami