Perjalanan Nabi (59), Akhir Kenabian, Perang Tabuk

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Perjalanan Nabi (59), Akhir Kenabian, Perang Tabuk
Perjalanan Nabi (59), Akhir Kenabian, Perang Tabuk

Tentara Islam Tiba di Tabuk
Penanusa.com – Tibalah tentara Islam di Tabuk. Lalu mereka mendirikan tenda di sana untuk menghadapi musuh.

Selama menetap di sana, Rasulullah menyampaikan khutbahnya yang berapi-api dan sangat menyentuh untuk memompa semangat prajuritnya. Beliau menyerukan jihad untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat, dan tidak lemah walau perbekalan yang kurang.

Ketika Bangsa Romawi dan sekutu-sekutunya mendengar kedatangan Rasulullah dan pasukannya, timbul rasa gentar pada mereka.

Merekapun tak berani maju menghadapinya, justru mereka bercerai berai kembali ke negeri mereka masing-masing. Hal tersebut tentu saja semakin menguatkan posisi kaum muslimin di Jazirah Arabia, baik secara politik maupun militer.

Beberapa suku di perbatasan Romawi yang sebelumnya bersekutu dengan mereka, datang menghampiri Rasulullah dan menyatakan keberpihakannya kepada Rasulullah dengan menyerahkan jizyah (upeti) dalam jumlah yang sangat besar.

Maka dengan demikian semakin luaslah kekuasaan Islam hingga perbatasan Negeri Romawi.

Kembali ke Madinah dan Menghadapi Penghadangan Kaum Munafiq
Tentara Islam akhirnya kembali ke Madinah dengan membawa kemenangan. Di tengah perjalanan, ketika Rasulullah berjalan agak menjauh dari rombongan ditemani oleh Ammar bin Yaqud dan Huzaifah bin al-Yaman, kaum munafiq yang tergabung dalam pasukan kaum muslimin, dengan menutup muka mereka, berusaha membunuh Rasulullah.

Namun Huzaifah bin al-Yaman segera menghalau mereka dengan menghunjam kuda-kuda mereka, sehingga mereka ketakutan dan kabur, lalu berbaur lagi dengan pasukan inti. Rasulullah menyebutkan nama-nama mereka kepada Huzaifah, sehingga beliau dikenal sebagai Sahabat pemilik rahasia Rasulullah (Shohibu Sirri Rasulillah¬).

Di Madinah mereka disambut gegap gempita oleh kaum muslimin. Kaum wanita dan anak menyambut suami dan sanak saudara mereka seraya bersenandung:

Bulan purnama telah terbit di atas kita
Dari balik Tsaniyyatilwada’
Kita wajib bersyukur
Atas seruan kepada Allah oleh penyeru (Rasul)-Nya

Rasulullah keluar dari Tabuk pada bulan Rajab dan kembali di bulan Ramadhan. Keseluruhannya memakan waktu 50 hari. Di Tabuk beliau menetap selama 20 hari. Dan inilah peperangan terakhir yang diikuti Rasulullah. Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Topik Lainya:

Kabar Terkait:

Kabar Utama:

Kabar Terbaru:

logo 120x120
Rekam Jejak Indonesia

Portal berita online terkini hari ini dari media mainstream terbaik dan terpercaya

Ikuti Kami

©2021 penanusa.com. All rights reserved.

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Privacy Policy | Hubungi Kami