Perjalanan Nabi (61), Akhir Kenabian, Perang Tabuk

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Perjalanan Nabi (61), Akhir Kenabian, Perang Tabuk
Perjalanan Nabi (61), Akhir Kenabian, Perang Tabuk

Setelah Perang Tabuk
Penanusa.com – Setelah perang Tabuk, kaum muslimin semakin kuat. Kini perlakuan terhadap kaum munafiq tidak lagi bersifat lemah lembut.
Allah memerintahkan bersikap tegas terhadap mereka, bahkan kaum muslimin dilarang menerima shadaqah dan shalat bersama mereka, memohonkan ampunan serta menyalatkan mayat mereka.

Kemudian diperintahkan pula untuk menghancurkan mesjid Dhiror yang mereka bangun. Juga Allah terangkan sifat-sifat mereka dengan jelas, sehingga seakan-akan ayat-ayat tersebut menunjuk nama mereka satu persatu yang berada di Madinah.

Setelah perang Tabuk ini pula gembong kaum munafik; Abdullah bin Ubay bin Salul, meninggal dunia. Rasulullah memintakan ampunan untuknya dan menyolatkannya, sebelumnya Umar bin Khattab telah berusaha menghalanginya. Kemudian turun ayat Al-Quran yang membenarkan tindakan Umar tersebut

Peristiwa lainnya yang terjadi setelah perang Tabuk adalah:
1. Terjadinya peristiwa Li’an antara Umaimir dan Isterinya.
2. Dirajamnya wanita Ghamidiah setelah dia mengaku berbuat zina. Namun pelaksanaannya Rasulullah tunggu setelah dia selesai menyapih anaknya.
3. Meninggalnya putri Rasulullah¬; Ummu Kultsum, isteri Utsman bin Affan. Beliau sangat bersedih, sehingga berkata kepada Utsman; “Seandainya aku masih memiliki putri ketiga, niscaya alam kunikahkan dia dengan engkau”
4. Meninggalnya Raja Najasyi, lalu Rasulullah melaksanakan shalat ghaib untuknya.

Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Kabar Utama:

Kabar Terbaru:

logo 120x120

Rekam Jejak Indonesia

Portal berita online terkini hari ini dari media mainstream terbaik dan terpercaya

Ikuti Kami

©2021 penanusa.com. All rights reserved.

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Privacy Policy | Hubungi Kami