Perjalanan Nabi (67), Akhir Kenabian, Menghadap ke Haribaan Allah

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Perjalanan Nabi (67), Akhir Kenabian, Menghadap ke Haribaan Allah
Perjalanan Nabi (67), Akhir Kenabian, Menghadap ke Haribaan Allah

Para Sahabat Dilanda Kesedihan Mendalam

Penanusa.com – Berita wafatnya Rasulullah segera tersebar ke seantero Madinah.
Anas berkata: “Tidak pernah aku melihat hari yang lebih bersinar terang kecuali saat Rasulullah datang ke negeri kami, dan tidak pernah kami melihat hari yang lebih kelam dan gelap kecuali hari wafatnya Rasulullah“

Ketika meninggal, Fatimah berkata :

“Wahai Bapakku, engkau telah memenuhi panggilan Rabbmu. Wahai Bapakku, Syurga Firdaus tempatmu, Wahai Bapakku, kepada Jibril kami khabarkan kematianmu”.

 

Sikap Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab pada awalnya tidak dapat menerima berita yang sangat mengejutkan tersebut.
Beliau berkata:

“Orang-orang munafik mengatakan bahwa Rasulullah wafat. Rasulullah tidak wafat, dia hanya pergi menemui Tuhannya, sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama 40 hari lalu dia kembali setelah diberitakan bahwa dia telah mati. Demi Allah, siapa yang mengatakan bahwa Rasulullah telah mati akan aku potong tangan dan kakinya”.

 

Sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq

Adapun Abu Bakar, ketika mendengar berita tersebut, beliau menuju mesjid, kemudian masuk ke rumah Aisyah lalu menuju jenazah Rasulullah yang telah ditutup kain seluruh tubuhnya. Beliau singkap mukanya dan beliau cium seraya menangis.

Kemudian Abu Bakar keluar. Saat itu Umar masih berbicara di depan manusia.
“Duduklah wahai Umar” Perintah Abu Bakar kepadanya.

Namun Umar tak mau duduk. Maka Abu Bakar menemui orang-orang dan meninggalkan Umar.

Beliau berkata :

“Siapa di antara kalian yang menyembah Muhammad¬, sesungguhnya Muhammad telah meninggal. Dan siapa yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak Mati.

Allah Ta’ala berfirman :

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) ?. Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Qs. Ali Imron: 144)

Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma berkata :

“Demi Allah, seakan-akan orang-orang tidak pernah merasa Allah telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar saat itu membacanya. Saat itu semua orang menerima ayat tersebut, sehingga tidak ada orang yang diperdengarkan ayat tersebut kecuali dia membacanya “.

Umar berkata :

“Demi Allah, Aku tidak pernah menyadarinya sehingga Abu Bakar membacanya. Aku terpana, kedua kakiku terasa lemas, sehingga aku jatuh manakala dia membacanya. Saat itu aku baru sadar kalau Rasulullah telah meninggal”. Dilansir dari sirohnabawiyah.com. (*)

Kabar Utama:

Kabar Terbaru:

logo 120x120

Rekam Jejak Indonesia

Portal berita online terkini hari ini dari media mainstream terbaik dan terpercaya

Ikuti Kami

©2021 penanusa.com. All rights reserved.

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Privacy Policy | Hubungi Kami