Ekonomi

PLN Bukukan Rugi Rp 38,88 Triliun di Kuartal I 2020

Merdeka.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan pihaknya mencatat rugi Rp 38,88 triliun di kuartal I 2020. Perseroan menyebut kerugian terjadi akibat pelemahan Rupiah, di mana pada 31 Desember tercatat Rp 14.244 per USD menjadi Rp 16.367 per USD.

Pada periode yang sama tahun lalu, PLN mencatatkan laba sebesar Rp 4,16 triliun. “Rugi bersih perusahaan adalah Rp 38,88 triliun. Itu adalah rugi akibat selisih kurs,” ujar Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, dalam rapat dengan Komisi VII DPR dikutip dari situs Youtube DPR RI, Rabu (17/6).

Namun, di sisi lain, PLN menyatakan pemerintah berencana membayarkan utang sebesar Rp 48 triliun tahun ini. Yakni sebesar Rp 23 triliun utang kompensasi di 2018 dan Rp 25 triliun di 2019.

“Kami masih menunggu (konfirmasi) pembayaran dari pemerintah terkait dana kompensasi,” tuturnya.

PLN Catat Laba Usaha Kuartal I Rp 6,81 T

Sementara itu, Zulkifli menambahkan perseroan mencatatkan laba usaha Rp 6,81 triliun di kuartal I 2020. EBITDA Rp 16,93 triliun dan EBITDA margin Rp 19,78 triliun.

PLN, lanjutnya, mencatatkan kenaikan volume penjualan listrik sebesar 4,62 persen atau sebanyak 2,727 gigawatt hour selama kuartal I 2020. Pendapatan perseroan tumbuh 5,08 persen atau sebesar Rp 3,4 triliun menjadi Rp 70,25 triliun.

“Dengan kondisi tarif tetap, pendapatan masih tumbuh 5,08 persen dari kuartal I 2019 yang sebesar Rp 66,85 triliun,” imbuhnya.

Zulkifli menambahkan angka pelanggan di kuartal I 2020 juga bertambah 3,57 juta menjadi 76,5 juta dari periode yang sama tahun lalu sebesar 72,77 juta pelanggan. Di mana, rasio elektrifikasi kuartal I naik tipis menjadi 98,93 persen. [bim]

Baca juga: Oh, Ternyata Ini Biang Kerok Bengkaknya Tagihan Listrik

Pos Terkait

Back to top button