Olahraga

PSSI Panggil 2 Pejabat Klub Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan Timnas U-19

Penanusa.com – Persatuan Sepakbola Seluruh Indoensia (PSSI) memastikan akan memanggil Sekretaris Sriwijaya FC, Ahmad Haris dan Djoko Purwoko. Hal itu dilakukan menyusul adanya dugaan embel-embel mahar 100 Dolar Singapura dalam penunjukan Dodi Reza Alex Noerdin menjadi manajer Tim Nasional Indonesia U-19.

“Kedua orang tersebut (Ahmad Haris dan Djoko Purwoko) akan dipanggil oleh Badan Yudisial. Ketua Umum PSSI juga mendukung. Sebenarnya secara lisan, PSSI sudah mendapat laporan dari Haris dan Djoko soal kasus ini. Namun, secara lembaga, PSSI perlu mengklarifikasi secara resmi agar semua pernyataannya bisa dipertanggung jawabkan,” kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, seperti dikutib portal resmi PSSI, Selasa, 22 Desember 2020.

Baca juga: Pasca Pencoretan 2 Pemain Timnas U-19, Ketum PSSI: Tak Ada Tempat Bagi Pemain Indisipliner

Lantas ia menambahkan, pemanggilan ini untuk memastikan benar atau tidaknya kabar yang berhembus. Dan siapapun harus menghormati keputusan yang diambil Badan Yudisial.

“Asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) tetap harus dikedepankan. Anda tidak bisa menuduh seseorang dengan asumsi liar di media sosial. Itu sebabnya Badan Yudisial akan memanggil keduanya guna dimintai keterangan,” terangnya.

Baca juga: FIFA Bimbing PSSI Secara Virtual Untuk Persiapan Piala Dunia U-20 2021

Diberitakan sebelumnya, Haris menyampaikan dalam keterangannya, membantah terlibat jual-beli jabatan manajer Timnas Indonesia U-19. Dia juga mengingatkan bahwa keterangan di kuitansi yang beredar pun sudah jelas tidak terkait hal tersebut.

“Sekarang gini, ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis?” ungkapnya.

“Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya,” kata Haris.

Djoko Purwoko juga membantah narasi yang telah dihembuskan terkait jual-beli jabatan manajer. Dia merasa ada pihak yang tak senang dengan PSSI pimpinan Mochamad Iriawan dan Dodi selaku mantan petinggi Sriwijaya FC.

“Mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus, jadi dicari-cari nama saya. Ini mungkin juga politik yang tidak suka PSSI,” kata Djoko.

“Kuitansi itu juga tidak ada kaitannya (narasi jual-beli jabatan manajer). Memang tidak boleh pesan tiket jauh-jauh hari? Saya pernah juga tinggal di luar negeri pesan tiket Liga Champions. Saya orang bola dan paham bagaimana pemesanan tiket,” sambungnya.

“Sangat bohong (jual beli-jabatan). Itu orang-orang politik dari pihak yang tak suka pak Dodi dan pak Ketum PSSI. Saya juga pernah ada di Ketua Umum PSSI era Pak Edy Rahmayadi, ya, kurang lebih begitu saja, polanya sama,” tegasnya.(*)

Pos Terkait

Back to top button