Ekonomi

Rupiah dan IHSG Bergerak Negatif di Akhir November

Penanusa.com – Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bergerak negatif pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 30 November 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah pada level Rp14.120 per dollar AS, turun 30 poin (0,21 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp14.090 per dollar AS. Sementara dari data RTI, IHSG ditutup pada level 5.612,41 atau turun 170,92 poin (2,96 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.783,33.

Dari data tersebut, 112 saham melaju di zona hijau dan 405 saham di zona merah serta 115 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp32,8 triliun dengan volume 35,8 miliar saham.

Baca juga: Perbaikan Ekonomi Sosial, Prioritas Pemerintah Tahun 2021

Top gainers diraih saham Alfa Energi Investama (FIRE) yang melonjak 16,06 persen ke posisi Rp448. Lippo Karawaci (LPKR) menguat 13,59 persen menjadi Rp234, dan saham Indika Energy (INDY) naik 6,8 persen ke level Rp1.710.

Adapun top losers dicatatkan saham Aneka Tambang (ANTM) yang turun 6,9 persen ke level Rp1.145. Kemudian saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang merosot 6,7 persen ke posisi Rp1.390. Dan saham Waskita Karya (WSKT) juga terkoreksi 6,31 persen pada level Rp1.040.

Indeks Asia juga bergerak negatif dengan penurunan indeks Nikkei 0,79 persen, indeks Hang Seng Hong Kong 2,06 persen, indeks Strait Times 1,62 persen, dan indeks Shanghai Komposit 0,49 persen. Sementara bursa saham Eropa tercatat lebih positif dengan kenaikan indeks FTSE 0,27 persen dan indeks Xetra Dax 0,01 persen.

Baca juga: Analis Prediksi IHSG Menguat dan Dana Asing Bakal Kembali ke Indonesia

Pos Terkait

Back to top button