BeritaNasional

Solat Subuh Pertama Setelah 7 Bulan Masjidil Haram Ditutup

Penanusa.com – Akibat pandemi COVID-19 Masjidil Haram sempat ditutup. Namun, kini telah dibuka kembali setelah 7 bulan ditutup.

Dikutip dari akun Presidensi Umum Dua Masjid Suci (gph.gov.sa), pembukaan untuk umum ini dimulai Minggu, 18 Oktober 2020, dengan tetap membatasi jumlah jemaah agar protokol kesehatan tetap bisa dilakukan.

Pembukaan dimulai dengan pelaksanaan sholat Subuh berjemaah pagi tadi. Jemaah tampak salat di bagian masjid, bukan di bagian mataf (tempat tawaf di sekeliling Ka’bah). Sebab, mataf hanya dikhususkan bagi tawaf jemaah umrah saja. Sholat Subuh perdana ini dipimpin oleh Sheikh Juhany.

Sebelum dibuka untuk umum, setiap hari ibadah sholat berjamaah tetap berlangsung tetapi hanya petugas masjid saja yang sholat. Ketika ibadah umrah dibuka secara terbatas pada 4 Oktober, sholat wajib diikuti pula oleh jemaah umrah yang kebetulan mendapat jatah umrah beririsan dengan salat berjemaah.

Baca juga :Kasus Covid-19 di Indonesia Kian Meningkat, Pemerintah Harus Melakukan Evaluasi

Untuk bisa mengikuti salat berjemaah di Masjidil Haram, jemaah mesti mendaftarkan diri di aplikasi Eatmarna milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Ketika jemaah memasuki Masjidil Haram, izin yang mereka kantongi juga dicek dan suhu tubuh dipantau lewat layar otomatis. Mereka juga wajib menggunakan masker serta membawa sajadah masing-masing.

Pos Terkait

Back to top button