banner-side-160x600.jpg
banner-side-160x600.jpg
banner-970x250.jpg

Tidak Hanya 9, Mentan Pastikan Stok 11 Pangan Dasar Aman Terkendali

Tidak Hanya 9, Mentan Pastikan Stok 11 Pangan Dasar Aman Terkendali

Penanusa.com – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, pastikan ketersediaan (stok) bahan pangan dasar dalam kondisi aman dan terkendali jelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Bahkan menurutnya, Indonesia memiliki stok beras yang cukup dengan produksi yang masih berlangsung.

“Pangan dasar yang kita kendalikan itu ada 11 dan semuanya dalam kondisi aman. Jadi ada beras, ada jagung, ada gula pasir, ada daging, dan ada juga kebutuhan pokok lainnya. Insya Allah, 11 komoditi ini aman sampai akhir tahun mendatang,” kata Syahrul Yasin, dikutip dari situs resmi Kementerian Pertanian, pertanian.go.id, pada Kamis, 24 Desember 2020.

Mentan Syahrul Yasin mengakui, memprediksi ketersediaan bahan pangan bukanlah hal yang mudah dan diperlukan kerja keras dari semua pihak, termasuk koordinasi Satu Data Satu Pintu engan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di bawah koordinasi langsung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Masalah ketahanan pangan adalah masalah yang paling dalam, paling kompleks, namun juga starategis. Karena itu saya tidak boleh salah prediksi atau salah mengolah data. Alhamdulillah, kita terus melakukan koordinasi antarlembaga yang sangat ketat, baik dengan Kemenko, Bulog, atau dengan kementerian lain. Kita punya mapping yang sama dengan menggunakan digital,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Syahrul Yasin, pihaknya rutin memantau semua perkembangan pasar dan ketersediaan pangan, terlebih soal ketersediaan beras sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia. “Makanya ini harus ter-mapping dan kita tidak boleh berbeda data dengan Bulog atau dengan kementerian lain,” katanya.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menambahkan bahwa kolaborasi Bulog dan Kementan selama ini berjalan dengan baik. Bahkan Bulog terus memantau jalanya produksi yang ada untuk menyamakan data sebelum dilakukan penyerapan.

“Kewajiban Bulog adalah mempersiapkan pangan di seluruh pelosok tanah air. Jadi kita mengikuti perkembangan masalah pangan, termasuk masa panen di Kementan. Alhamdulillah, kita memiliki ketersediaan pangan yang cukup, ditambah program di Kementan yang membuat produksi semakin berjalan. Artinya kita sampai saat ini tidak melakukan impor,” kata Buwas. (*)