banner-side-160x600.jpg
banner-side-160x600.jpg
banner-970x250.jpg

Wakil Ketua PWNU Jakarta: Kritik PBNU ke PKB Adalah Energi Positif

Wakil Ketua PWNU Jakarta: Kritik PBNU ke PKB Adalah Energi Positif

Penanusa.com – Hiruk-pikuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang sedang menghangat, ditanggapi bijak oleh Djunaidi Sahal. Wakil Ketua PWNU Jakarta ini menganggap justru kritik terhadap PKB dapat dijadikan stimulan.

“Kritik tersebut harus bisa dimaknai sebagai energi positif, dikonversi sebagai stimulan untuk membangun partai ke depan dan tetap berjuang di atas relnya,” jelas Djunaidi kepada Penanusa.com, Selasa, 25 Januari 2022.

Djunai, sapaan akrabnya, juga mengingatkan bahwa sebagai kontestan Pemilu, PKB tidak boleh abai dengan konstelasi ke depan. “Selain itu, kita juga bisa melihat bahwa polemik ini dapat dijadikan bahan evaluasi untuk orang di sekitar Gus Muhaimin [Iskandar] terkait elektabilitas. Bisa juga sebagai refleksi bagaimana relasi NU dan PKB dari tingkat wilayah sampai ranting.”

Sebelumnya, Wasekjen PBNU, Rahmat Hidayat Pulungan, mengingatkan Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar bahwa NU sebagai pendiri, berhak mengendalikan PKB. “Sejarah tidak bisa dilupakan bahwa PKB dilahirkan oleh PBNU. Jika mengacu ke sana, artinya kepemilikan saham dan pengendalian operasional PKB harusnya di bawah kendali PBNU,” katanya.

Selain itu, Djunaidi Sahal juga menilai kritik PBNU ke PKB merupakan bentuk perhatian. “Kritik tersebut sebagai motivasi agar PKB menjadi lebih besar. Ini merupakan bentuk perhatian NU sebagai Ormas yang melahirkan PKB,” katanya.

Polemik, tambah Djunaidi, merupakan hal yang lumrah dalam sebuah relasi yang sehat. “Anggap saja ini sebagai pengingat untuk orang-orang di sekitar Gus Muhaimin agar lebih giat meningkatkan elektabilitas untuk Pilpres ke depan.”

Lebih lanjut, ketua umum Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) ini pun menganggap bahwa hal tersebut sebagai bahan untuk memahami hubungan NU-PKB lebih dalam. “Ini juga jadi bahan untuk kemudian memahami bagaimana hubungan NU dan PKB di tingkat PW (Pengurus Wilayah) sampai ranting,” tambahnya. (*)