Khazanah

Yordania Negeri Para Nabi yang Sarat dengan Sejarah

Penanusa.com – Seberapa tahu Anda tentang negeri Yordania? Negeri yang letak geografisnya berada di tepi barat sungai Yordan berbatasan langsung dengan Arab Saudi di timur dan selatan, Irak di timur laut, Suriah di Utara serta Israel dan Tepi Barat di barat.

Ya, negeri Yordani kerap dijuluki sebagai negeri para Nabi. Pasalnya negeri ini menyimpan banyak situs peninggalan masa lampau yang sarat sejarah. Bahkan di antaranya terkait langsung dengan sejarah perjalanan hidup dan dakwah para Nabi.

Jordan termasuk negeri negara yang memberikan Visa On Arrival bagi Paspor Indonesia. Tak heran bila banyak biro travel haji dan umrah menawarkan paket wisata usai umrah. Lantas, destinasi wisata apa saja yang ditawarkan di negeri seluas 92.300 kilometer persegi ini?

Setidaknya negeri ini menyuguhkan tidak kurang dari 10 kawasan wisata. Di antaranya Wadi Rum, Lau Mati, Teluk Aqaba, Gua Ashabul Kahfi, Makam Nabi Syuaib, Benteng Ajloun, Petra, Gereja Byzantium, Roman Theater, Hercules Temple, Masjid Umayyad, Masjid Al-Hussein dan Al Karak Castle. Dilansir dari madaninews.

Baca juga: 0812842988228: Hotline yang Disediakan Polri Jaring Semua Info Penembakan 6 Laskar FPI

Laut Mati (The Dead Sea)

Memang, mendengarnya membuat dahi mengernyit. Namun sejatinya Laut Mati tak seseram namanya. Terletak tidak jauh dari ibukota Amman Laut Mati merupakan tempat terendah di permukaan bumi, yakni 408 meter di bawah permukaan laut. Inilah lokasi wisata yang erat kaitannya dengan kisah perjuangan Nabi Luth Alaihissalam (AS). Di mana kaum Nabi Luth saat itu menolak dan membangkang untuk meninggalkan perilaku yang menyimpang.

Lantaran tingginya kadar garam di Laut Mati yang mencapai 31,5% (9 kali lipat dari kadar garam laut normal) sehingga membuat orang akan mengapung saat berenang di laut ini. Selain itu di Laut Mati juga dapat ditemui lumpur hitam –yang konon sangat berkhasiat untuk kesehatan. Pasalnya, selain mengandung garam yang tinggi, Laut Mati juga banyak mengandunmg kalium, magnesium dan bromium.

Pohon Sahabi

Inilah pohon yang menjadi saksi bisu pertemuan antara Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) dengan biarawan Nasrani bernama Buhaira. Pohon ini telah ditemukan lagi oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania setelah 1400 tahun lalu, ketika memeriksa arsip negara di Royal Archives.

Bersama beberapa ulama termasuk mufti besar Suriah, Syekh Ahmad Hassoun, Pangeran Ghazi mengadakan penelitian dan membuktikan bahwa pohon tua itulah yang disebutkan biarawan Buhaira. Pohon ini berada di wilayah padang pasir di utara Jordania dan masih hidup kokoh di tengah ganasnya gurun Jordania.

Petra

Inilah situs arkeologi yang ada di Jordania, berupa gunung-gunung tandus yang dipahat, dan dijadikan bangunan-bangunan luar biasa. Petra juga terkenal dengan sistem pengairannya yang canggih. Di tempat ini juga ada teater yang bisa menampung 4.000 orang. Kawasan Petra dihuni suku Beduoin yang masih dijumpai. Petra juga disebut City of Rose yang luar biasa dipahat dari tebing batu oleh orang-orang Nabatea dan sekarang masuk menjadi salah satu Tujuh Keajaiban Dunia.

Baca juga: Anggota DPR Harap Kenaikan Cukai Rokok Tak Pengaruhi Keberlangsungan Usaha Tembakau

Benteng Ajloun

Sebuah benteng ini dibangun oleh Izz al Din Usamah, seorang jenderal yang juga keponakan Salahuddin Al Ayubi. Dibangun di atas biara tua yang berada di atas perbukitan degan pandangan ke seluruh kota Ajloun sehingga menjadikan benteng ini sebagai penangkal serangan pada saat perang salib.

Masjid Al Hussein

Masjid Al Hussein yang terletak di jantung kota Amman dan dekat dengan pasar Al Ballad ini merupakan masjid yang dibangun semasa kekuasan Khalifah Umar bin Khattab di tahun 640M dan menjadi masjid tertua di Jordania. Masjid ini pernah runtuh dan pada tahun 1924 dibangun kembali oleh Raja Abdullah I dengan desain bergaya Ottoman.

Makam Nabi Syuaib

Salah satu komplek pemakaman yang kerap diziarahi umat Islam adalah Makam Nabi Syuaib AS. Makam yang terletak di arah barat laut kota Amman atau wilayah Salt ini pernah direnovasi dan kini terletak di dalam sebuah masjid.

Gua Ashabul Kahfi

Gua ini merupakan tempat tujuh orang pemuda dan seekor anjing yang mendapat petunjuk setelah tertidur selama 309 tahun lamanya. Diceritakan dalam Al-Quran Surat Al Kahri, bahwa mereka melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus. Lokasinya terletak di perkampungan Al Rajib atau dalam Al-Quran disebut Al Raqim hanya berjarak 1,5 kilometer dari kota Abu Alanda dekat kota Amman.

Reruntuhan Gereja Byzantium

Gereja yang dibangun sektar abad ke-5 ini tinggal hanya reruntuhan pilar-pilar bergaya Romawi. Terletak di komplek Citadel.

Roman Theater

Berdasarkan catatan sejarah, Roman theater dibangun pada masa kekuasaan kaisar Marcus Aurelius (169-177 M). Theater berukuran besar dan curam ini mampu menampung 6000 penonton. Pada bagian tertinggi kursi di theater ini hingga kini masih disebut sebagai The God.

Hercules Temple

Di kawasan Citadel kota Amman terdapat situs reruntuhan berupa kuil yang dinamai Hercules Tample yang konon dibangun tahun 162-166. Reruntutan pilar-pilar setinggi 33 kaki ini tampak sekali seperti sebuah bangunan belum selesai pembangunannya.

Masjid Umayyad

Boleh jadi, banyak kalangan yang menilai bahwa masjid ini memiliki kubah yang mirip seperti Pac Man. Kubah masjid memang sudah tidak asli lagi dan baru saja direnovasi. Sejarah mencatat bahwa kota ini pernah dikuasai oleh bangsa Babylonia (abad 6 SM), Ptelemius (Abad 3 SM), Rioma (abad 1 SM) dan dinasti Umayyad (abad 7).

Al-Karak Castle

Castil yang terletak di kota Karak ini berjarak sekitar 129 kilometer sebelah selatan Kota Amman. Berada di ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan laut mati.

Wadi Rum

Jordania merupakan salah satu negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki beberapa kawasan padang yang menarik, salah satunya adalah Wadi Rum. Kawasan ini kerap dikunjungi para wisatawan untuk menguji adrenalin dengan mengendarai jip di tengah padang pasir yang menyengat. (*)

Pos Terkait

Back to top button